Anies Baswedan Panen Padi Di Cakung Jakarta Prioritaskan Pasokan Beras Lokal
Dengan menggunakan arit dan topi caping Anies Baswedan Memanen padi di Jakarta Timur (Foto: website resmi berita Pemprov DKI Jakarta)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Selasa (23/1) ikut melakukan panen padi di Cakung Jakarta Timur, Jakarta. Saat melakukan panen padi Anies ditemani Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana.

Sebagaimana yang dilansir Kantor Berita Antara, Anies memanen padi jenis varietas IR 22 dan Inpari 22 yang tahan terhadap hama wereng dan penyakit pelepah daun.

“Sawah di Jakarta ini masih ada lebih dari 300 hektar, berada di lokasi ini ada sekitar tiga hektare. Alhamdulilah ditanam bulan Oktober dan November sekarang sudah panen kira-kira lima ton per hektarnya,” ujar Anies yang saat itu memegang Arit dan menggunakan topi caping, Selasa (23/1)

Sementara itu di waktu yang sama, Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan mengutamakan beras lokal daripada beras impor yang rencananya akan dilakukan oleh pemerintahan Jokowi melalui menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

“Jadi arahan kita adalah memang menggunakan beras domestik. Kita pakai dulu dan mudah-mudahan ini tercukupi beberapa bulan ke depan,” kata Anies Rasyid Baswedan sebagaimana yang dilansir Antara.

Baca Juga :  Rizal Ramli Meminta KPK Usut Soal Impor Pangan

Selain itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo yang merupakan BUMD mengatakan bahwa dirinya telah diperintahkan oleh Anies Baswedan untuk mengamankan stok ketersediaan beras sepanjang tahun 2018.

Dari keterangannya, stok beras di pasar induk beras Cipinang saat ini sekitar 27.500 ton, melebihi batas aman 25.000 ton.

“Pak Gubernur dan Pak Wagub juga sudah perintahkan kita amankan teman-teman yang kurang beruntung. Ada program pangan murah di KJP, bantuan pangan nontunai, semua sudah kita siapkan untuk beberapa bulan ke depan,” ujar Arief pada Selasa (23/1).

Ia juga menambahkan bahwa stok beras di Pasar Induk Cipinang semuanya adalah hasil produksi lokal. “Semua saat ini ambil dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Ini akan masuk besok 150 kontainer. Jadi yang sebelumnya ada 200 kontainer. Satu kontainer sekitar 20 sampai 25 ton, Insya Allah aman,” katanya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.