Ilustrasi janin. Foto: Pixabay.com

Suaramuslim.net – Ternyata memang ada pengaruh berat badan pada kesuburan, itu sebabnya, bila ingin segera memiliki anak, bunda perlu menyelesaikan PR ini terlebih dahulu: menormalkan berat badan agar tidak terlampau gemuk ataupun kurus.

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko ketidaksuburan karena sistem reproduksi tidak berfungsi dengan baik (tidak bisa berouvulasi). Bilapun bunda berhasil hamil, berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan komplikasi, termasuk peningkatkan risiko diabetes, hipertensi akibat kehamilan, persalinan lama, dan kelahiran dengan operasi sesar. Tak berhenti sampai di situ, ibu hamil dengan berat badan berlebih juga meningkatkan risiko obesitas atau diabetes pada anak yang dilahirkan. Penyakit degeneratif ini bisa muncul di masa kanak-kanak atau setelah dewasa. Pengaruh berat badan pada kesuburan.

Di kutip dari lifestyle.kompas.com, bagi ibu hamil yang terlalu kurus, langkah utama yang perlu dilakukan adalah menambah porsi makan. Namun, jumlahnya tidak perlu berlebihan. Memang pertambahan berat badan sepanjang masa kehamilan diperlukan untuk mencegah timbulnya kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR), namun demikian, perlu diketahui bahwa kenaikan berat badan yang tidak mencapai target dalam masa kehamilan ternyata tidak banyak memengaruhi keadaan kehamilan. Jadi, tidak perlu dilakukan upaya tambahan terlalu keras untuk menaikkan BB ini.

Pertambahan kalori bagi ibu hamil cukup sekitar 100-300 kal per hari. Bila sebelumnya kebutuhan total kalori per hari rata-rata sekitar 2.000-2.100 kal, maka dengan penambahan 1/10 atau 1/7 dari total tersebut juga sudah mencukupi. Pada trimester I dan II awal, perlu dijaga agar BB tidak naik terlalu cepat karena janin yang masih berukuran kecil tidak membutuhkan nutrisi dalam jumlah banyak. Selanjutnya pada paruh trimester II kehamilan, kenaikan BB ibu diupayakan tidak melebihi 500 gr setiap minggu.

Patut diketahui bahwa pertumbuhan janin tidak semata-mata ditentukan oleh berat badan ibu sebelum hamil, atau kenaikan berat badan ibu pada masa kehamilan. Namun juga ditentukan oleh faktor genetik serta ukuran pembuluh darah dari ibu hamil ke rahim dan plasenta, yang merupakan saluran makanan bagi janin dalam kandungan.

Rahim seorang wanita yang tidak hamil menerima suplai darah sekitar 50 ml setiap menit. Pada masa kehamilan, pembuluh darah rahim akan mengalami perkembangan hingga bisa mengalirkan darah 600 ml setiap menit. Bila terjadi gangguan perkembangan pembuluh darah rahim ini, janin dalam kandungan tidak akan bertumbuh dengan baik walaupun ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang drastis. Perkembangan pembuluh darah rahim ini bisa dimonitor dengan pemeriksaan Ultrasonografis Doppler (USG Doppler).

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.