Bentengi Diri dari Fitnah Dajjal dengan Menghafal Surat Al Kahfi
Ilustrasi dua orang mengaji. (Ils: Dribbble/Nugraha Jati Utama)

Suaramuslim.net – Surat Al Kahfi adalah surat pelindung dari berbagi fitnah. Ada empat fitnah yang dijelaskan di dalam surat ini, yaitu ujian agama (kisah Ashabul Kahfi), fitnah harta (kisah shahibul jannatain/pemilik dua kebun), ujian ilmu (kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir) dan fitnah kedudukan dan kekuasaan (kisah Raja Dzulqarnain). Namun, fitnah terbesar adalah fitnah Dajjal, yang mengajak manusia untuk musyrik dan ingkar kepada Allah. Agar kita dan keluarga kita terhindar dari fitnah Dajjal, mari pahami beberapa keutamaan membaca dan menghafal Al Kahfi.

Keutamaan membaca di malam Jum’at atau pada hari Jum’at

Beberapa orang mungkin belum mengetahui besarnya keutamaan membaca surat Al Kahfi di malam Jum’at atau pada hari Jum’at. Bahkan sebagian orang melalaikan amalan mulia ini. Sebagai seorang Muslim yang taat, hendaknya kita menjaga agar tetap istiqomah membaca Al Kahfi di malam Jum’at atau pada hari Jum’at mengingat kuatnya pengaruh cahaya yang Allah berikan kepada penghafalnya.

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (H.R. Ad-Darimi no. 3470).

Baca Juga :  Dikenal Sebagai Qari Cilik, Kini Jadi Imam Mendunia

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (H.R. Hakim no. 6169 dan Baihaqi no. 635).

Menghafal sepuluh ayat pertama surat Al Kahfi membentengi diri dari fitnah Dajjal

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.” (H.R.  Muslim no. 809).

Dalam riwayat lain disebutkan, “dari akhir surat Al Kahfi.” (H.R. Muslim no. 809). Mulai dari ayat “Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh, Kami telah menyediakan (neraka) Jahannam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.” (Q.S. Al Kahfi: 102).

Imam Nahrawi menjelaskan bahwa ada ulama yang mengatakan jika di sepuluh ayat pertama Al Kahfi terdapat hal-hal yang menakjubkan dan tanda-tanda kebesaran Allah. Siapa yang merenungkannya, maka ia tidak akan terpengaruh fitnah Dajjal.

Baca Juga :  Surat Al Isra' dan Al Kahfi Menggema di Monas

Dalam sepuluh ayat pertama dari ayat ini dijelaskan tentang Al Quran sebagai bimbingan yang lurus dan tidak ada penyimpangan dari kebenaran. Selain itu, dalam sepuluh ayat pertama tersebut menyatakan ketauhidan Allah. Bahwa Allah Tuhan yang satu dan tidak beranak. Lebih lanjut, dalam sepuluh ayat pertama Al Kahfi menerangkan tentang penghiburan kepada Nabi Muhammad yang bersedih hati karena kaum kafir tidak beriman kepada keterangan di dalam Al Quran. Serta keajaiban kisah Ashabul Kahfi, tentang sepuluh orang pemuda yang tertidur di dalam gua selama ratusan tahun.

Sementara dalam sepuluh ayat terakhir Al Kahfi menerangkan tentang sia-sianya amalan orang kafir, balasan bagi orang yang beriman dan berbuat baik, ilmu Allah yang tak akan habis untuk dicatat meski seluruh lautan di dunia dijadikan tinta untuk menuliskannya dan ditambahkan lagi sebanyak itu, serta perintah untuk ikhlas dalam beribadah dan mengikuti tuntunan Rasul lewat amalan shalih.

Semoga kita dan keluarga kita dapat istiqomah membaca dan menghafal surat Al Kahfi sehingga Allah melindungi kita dari fitnah Dajjal, aamiin.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.