Hingga Senin Sore, Korban Banjir Sentani Bertambah, 79 Jiwa Meninggal
Kepala Bidang Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Bersatu untuk Sulteng", yang berlangsung di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (2/10) (Foto: FMB9)

PALU (Suaramuslim.net) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerugian serta kerusakan akibat gempa bumi yang melanda 4 daerah di Sulawesi Tengah seperti Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong yang terdampak langsung oleh bencana.

“Dampak bencana hingga Minggu (21/10) pukul 13.00 WIB, tercatat 2.256 orang meninggal dunia. Sebarannya di Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban sudah dimakamkan. Sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suaramuslimdotnet, Senin (22/10).

Selain jumlah korban, menurut Sutopo gempa yang disertai dengan tsunami di Donggala itu juga banyak menghancurkan bangunan dan infrastruktur di Sulawesi Tengah.

“Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya. Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan” tambah Sutopo.

Baca Juga :  Sutopo Purwo Nugroho, BNPB: Jumlah Korban Masih Terus Bertambah

Sutopo mengatakan, sampai saat ini tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB terus melakukan pendataan dan melakukan kaji cepat untuk menghitung dampak bencana. Hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana berdasarkan data per 20 Oktober 2018, mencapai lebih dari 13,82 triliun rupiah.

“Dari Rp 13,82 triliun, kerugian mencapai Rp 1,99 triliun dan kerusakan mencapai Rp 11,83 triliun. Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini meliputi 5 sektor pembangunan yaitu kerugian dan kerusakan di sektor permukiman mencapai Rp 7,95 triliun, sektor infrastruktur Rp 701,8 miliar, sektor ekonomi produktif Rp 1,66 triliun, sektor sosial Rp 3,13 triliun, dan lintas sektor mencapai Rp 378 miliar” ungkap Sutopo.

Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman adalah paling besar karena luas dan masifnya dampak bencana. Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat. Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman disana.

Baca Juga :  Respon Tsunami di Pesisir Palu, ACT Berangkatkan Tim Rescue

“Berdasarkan sebaran wilayah, maka kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp 7,63 triliun, Kabupaten Sigi Rp 4,29 triliun, Donggala Rp 1,61 triliun dan Parigi Moutong mencapai Rp 393 miliar” papar Sutopo.

“Diperkirakan untuk membangun kembali daerah terdampak bencana nantinya pada saat periode rehabilitasi dan rekonstruksi akan memerlukan anggaran lebih dari Rp 10 triliun” tandasnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammadi Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.