Bagaimana Islam Bisa Mengatasi Kapitalisme yang Jahat Tapi Cerdik (2)

Bagaimana Islam Bisa Mengatasi Kapitalisme yang Jahat Tapi Cerdik (2)

Bagaimana Islam Bisa Mengatasi Kapitalisme yang Jahat Tapi Cerdik

Lanjutan dari berita Bagaimana Islam Bisa Mengatasi Kapitalisme yang Jahat Tapi Cerdik (1)

Suaramuslim.net – Agresivitas Kapitalisme dalam menghabiskan kekayaan bumi pada  umumnya dilakukan dengan perilaku rakus para kapitalis dengan ketegaan tinggi pada nasib rakyat. Kapitalis itu umumnya  manusia yang tidak menjalani hidupnya sesuai tuntunan Allah. Mereka bisa saja bertuhan tetapi salah mengidentifikasi Tuhan, otomatis mereka lalu tidak terbimbing oleh tuntunan yang benar dalam hidup bermasyarakat. Atau mereka itu memang tidak bertuhan. Atau mereka bertuhan yang benar tapi mengabaikan tuntunan Tuhan (ingat kasus Iblis), atau mengikuti tuntunan Allah SWT hanya yang terkait masalah ritual dan atau amal sosial belaka.

Cara berislam seperti itu memang banyak dianut oleh umat Islam di dunia termasuk yang ada di Indonesia. Orang Islam seperti ini akan mudah terperosok ke dalam perangkap Kapitalisme, menjadi antek para kapitalis, bahkan di saat mereka menjadi pimpinan negara sekalipun.

Kompleksitas masalah Kapitalisme yang menggurita secara global ini harus diatasi demi keselamatan umat manusia pada umumnya. Untuk mengatasi kapitalisme yang sudah menggurita berskala internasional, apakah berkedok agama ataupun Atheis, hanya akan bisa diatasi oleh suatu satuan negara, bukan oleh perorangan atau kelompok yang tidak memiliki kemampuan kenegaraan.

Seharusnya diatasi oleh suatu negara muslim yang dipimpin figur pimpinan negara yang berkualitas mukmin, faham kejahatan Kapitalisme berkedok apapun, kuat dalam sains teknologi, faham dan terampil dalam Islam politik. Pendidikan generasi muda muslim secara benar oleh semua orang Islam termasuk semua lembaga pendidikan Islam harus diproses secara sadar terencana, untuk menghasilkan figur muslim sekualitas itu.

Pada saat yang sama para pejuang Islam yang sedang bergerak juga harus fokus dalam gerakannya untuk  menjadikan figur berkualitas  Mukmin yang intelektual yang faham Islam politik supaya didukung bersama-sama  menjadi pemimpin formal negara, bukan figur yang asal muslim (bisa terpeleset memilih muslim yang munafiqin, zalimin bergelimang kemungkaran) apalagi kafirin. Bagaimana cita-cita seperti itu  bisa berhasil?

Peluang target itu untuk berhasil akan amat besar jika ada kesadaran umat untuk berislam dengan benar.  Kesadaran pertama yang harus diviralkan pada umat Islam adalah bahwa berislam itu tidak boleh egois dan tidak boleh subyektif spekulatif emosional.

Lanjut ke berita Bagaimana Islam Bisa Mengatasi Kapitalisme yang Jahat Tapi Cerdik (3)

Oleh : Fuad Amsyari, Ph.D
(Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat)

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment