Sandiaga Salahuddin Uno saat membuka peresmian bank infaq Jatim, foto: Teguhimami/Suaramuslim.net

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Sandiaga Salahuddin Uno resmi membuka Bank Infaq di Jawa Timur dengan semangat membantu perekonomian tanpa riba. Melalui gagasan ini, Sandiaga berharap para pengusaha bisa meminjam tanpa bunga.

“Target saya bisa mengatasi permasalahan riba ini di 20% dari masyarakat yang terpapar pinjaman on line dan kira-kira nilai yang akan disalurkan maksimal 5 juta, namun yang berinfaq tidak akan dibatasi,” ujarnya usai membuka peresmian Bank Infaq cabang Jatim di jalan Gubeng Kertajaya Surabaya, Jumat (29/11).

Sebelumnya, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta Rezza Artha menjelaskan bahwa gagasan Bank Infaq ini muncul karena rendahnya inklusi keuangan di Indonesia, yakni baru sekitar 49 persen. Artinya, 51 persen masyarakat Indonesia belum terlayani oleh lembaga keuangan.

“Umumnya penyedia jasa keuangan berbiaya ekstra tinggi, memiliki bunga yang harus dibayar berkisar 250 persen sampai 600 persen per tahun. Tidak adanya jaminan yang diberikan masyarakat pun membuat lembaga keuangan seperti bank tidak bisa memberikan pinjaman uang kepada masyarakat berpendapatan kecil,” ujarnya.

Baca Juga :  Sandiaga Ingin Akomodir Aspirasi Emak-emak

“Akibatnya, mereka rentan melakukan pinjaman kepada rentenir dengan bunga yang mencekik,” tambahnya.

Oleh karena itu, hadirnya Bank Infaq diharapkan dapat menyediakan akses pinjaman syariah produktif untuk golongan mikro/ultramikro berbiaya nol yang bersumber dari penggalangan dana infaq.

“Bank Infaq bertujuan menjadikan masyarakat lebih berdaya dan mandiri karena bisa mengakses keuangan tanpa riba,” kata Rezza.

Ada pun Bank Infaq dikelola oleh komunitas yang bersifat tertutup dan terbatas. Bank Infaq tidak menerima anggota umum di luar komunitasnya. Sehingga, masyarakat yang ingin meminjam dana di Bank Infaq merupakan anggota aktif dalam komunitas itu, baik dari Majelis Taklim, organisasi, hingga lingkup RT/RW.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

1 COMMENT

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.