Gelombang Saddiq

162
Presiden Pemuda PPBM Syed Saddiq Syed Abdul Rahman (foto: the star malaysia)

Oleh: Yusuf Maulana (Penilik politik serantau Melayu)

Syed Saddiq Syed Abdul Rahman masihlah belia dan bujang. Ia memang baru berumur 26 tahun. Ketua Pemuda Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) ini–partai bentukan Dr Mahathir Mohammad–menurut saya, layak jadi ikon kehadiran anak muda yang benar-benar serius dan sadar dalam membuat putusan berpolitik praktis. Anak muda yang dijuluki di negerinya sebagai “jago debat dari Asia” ini rela menanggalkan tawaran kampus Oxford untuk berkuliah dengan beasiswa hanya karena ingin mengaktualisasikan idealisme dalam politik Malaysia.

Bisa saja ia gaet media hingga menjadi media darling; pintar, prestasi, rupa hingga retorika semua memadai. Tapi ia tak begitu terfokus pada pemujaan citra. Caranya memenangi kursi parlemen yang diumumkan dini hari tadi bisa dikatakan “lurus-lurus saja”. Sepak terjang potensinya lebih diseruakkan tinimbang menjual pesona diri yang sejatinya kosong dan fakir talenta.

Nah, patut ditunggu sosok muda ini ketika berkiprah di parlemen; apakah tetap jadi jago podium dengan ide-idenya ataukah sekadar apolog gagasan politisi sepuh sekelas Mahathir dkk di Pakatan Harapan. Namanya juga disebut-sebut dalam kandidat menteri di kabinet sang mentor, Mahathir. Setakat itu saya merenung di negeri awak: adakah yang serupa atau bahkan melampaui Syed Saddiq?

Jujur saja, tak tebersit di hati ini menyandingkan sosok karbitan guliran media besar, misalnya, perempuan berfam Alatas dari kampus mendiang Cak Nur. Bagaimana dengan partai islamis yang sebagian di antaranya bahkan sudah membuat tajuk “anu muda” misalnya? Semoga saja ada kesungguhan memberi ruang bagi kader muda yang berpotensi dan berdedikasi serupa Syed Saddiq. []

 

Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here