Guru Berakhir di Tangan Murid

Suaramuslim.net – Sekali lagi pukulan telak bagi pendidikan kita, guru dikeroyok 5 murid di salah satu sekolah Kendal Jawa Tengah yang kemudian viral di media sosial. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Kamis (8/11) di kelas X Teknik saat pelajaran otomotif.

Berawal dari pak Joko Santoso bertanya kepada siswa yang tidak membawa alat sekolah, kemudian ditanyai mengapa tidak membawa alat sekolah, salah satu anak ditegur, digojloki teman-teman yang lain, hayo tidak tidak membawa alat sekolah, kemudian anak tersebut ditegur guru, temannya yang lain melempar lipatan kertas yang mengenai punggungnya guru, Pak Joko bilang siapa yang melempar, sesaat kemudian terjadilah pengeroyokan.

Dengan cepat video tersebut beredar. Setelah viral, kepala sekolah Pak Muhaidin membuat klarifikasi, menurutnya hal yang dilakukan antara murid dan guru tersebut sebatas bercanda, seperti sudah sangat akrab dengan teman sebaya, jadi tidak ada pengeroyokan, hanya guyonan saja.

Setelah kejadian tersebut Pak Muhaidin selaku kepala sekolah memanggil guru yang bersangkutan agar tidak sering bercanda dan murid yang di dalam video tersebut kemudian diberi pembinaan oleh sekolah.

Baca Juga :  Game of Throne; Berebut Singgasana untuk Tujuan Apa?

Di sisi lain, pihak yayasan yang menaungi sekolah, Ibnu Darmawan selaku kepala LP Ma’arif Kendal mengatakan bahwa memang hal tersebut terjadi bukan ada unsur pengeroyokan namun hal itu seperti yang dilakukan dengan teman sebayanya yakni bercanda, namun dirinya menyayangkan hal itu di luar batas. Selanjutnya dia meminta kepala sekolah melakukan pembinaan agar tidak terulang yang sama.

Guru Berakhir Di Tangan Murid

Suaramuslimdotnet menghitung bahwa sekitar tahun 2016-2018 ini sedikitnya sudah ada beberapa kali penganiayaan murid terhadap guru. Kejadiannya pun beragam, hingga salah satu guru honorer di SMAN 01 Torjun Sampang Madura meninggal dunia usai dipukul oleh siswa.

Berikut daftar 5 kasus terakhir:
1. November 2018, 5 orang siswa di salah satu sekolah Kendal Jawa Tengah mengelilingi guru kemudian mengeroyok guru. Klarifikasi dari kepala sekolah hal itu hanya guyonan.

2. Febuari 2018, Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang tewas setelah dipukul muridnya gara-gara muridnya dicoret dengan spidol karena tidur saat jam pelajaran

Baca Juga :  Renungan di Hari Guru

3. Febuary 2018, Siswa SMP menantang kepala sekolah di Purbalingga, Jawa Tengah. Siswa SMP tersebut tidak terima setelah diperingatkan oleh guru dan kepala sekolah.

4. Juni 2017, Siswa SMA Negeri 1 Kubu Raya memukul gurunya sendiri dengan kursi kayu dan ditinju menggunakan tangan sebelah kanan ke arah kening. Hal tersebut ia lakukan setelah tidak terima dirinya tidak naik kelas.

5. 2016, Siswa SD menantang gurunya ketika diperingatkan dan dinasehati. Ia terus menatap tajam gurunya sembari membusungkan dada. Murid tersebut sempat mengatakan: “lawan badan aku.”

Selain 5 tersebut, masih banyak kejadian yang serupa, mungkin tidak diketahui publik luas dan videonya tidak beredar atau bahkan saat kejadian tidak direkam.

Tentu ini menjadi muhasabah bersama, dalam hal ini murid tidak bisa disalahkan sepenuhnya, mengingat bagaimana pun kelakukan mereka adalah cerminan keseharian seorang guru. Guru menjadi pengajar ilmu selain itu mengajar adab keseharian, pun dengan dinas terkait, orangtua dan murid sendiri, kesemuanya mempunyai peranan penting terhadap kualitas pendidikan kita ke depan.

Baca Juga :  Menghapus Kasta Menaikkan Derajat Sekolah

Reporter: Teguh Imami

Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.