Hadiri Launching Global Qurban 2019, Fauzi Baadilla Ingin Wakafkan Tanahnya
Fauzi Baadilla dan Dimas Seto (ujung kanan-kiri) saat memberikan testimoni di peluncuran Global Qurban 2019 di Desa Gadu Kec. Sambong Kab. Blora Jateng, Kamis (11/7). Foto: Wirawan/Suaramuslim.net.

BLORA (Suaramuslim.net) – Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) resmi meluncurkan program Global Qurban 2019 dengan mengangkat tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” bertempat di desa Gadu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kamis (11/7).

Dalam rangkaian acara peluncuran berbentuk farm tour ini, Global Qurban-ACT mengajak para stakeholders yang terdiri dari media, mitra, donatur, komunitas, korporasi, dan influencer untuk melihat cara Global Qurban mengelola hewan kurban. Peluncuran tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” yang dilaksanakan di Lumbung Ternak Wakaf Desa Sambong, Blora, ini membawa nuansa berbeda.

“Kami mengajak sahabat-sahabat dermawan semua untuk merasakan langsung pengalaman sebelum dan saat berkurban, ikut terjun mengetahui setiap proses persiapan implementasi kurban, melihat kualitas ternak dan kesiapan Global Qurban untuk meluaskan manfaat dari ibadah yang sangat dianjurkan,” ungkap Hafit T. Mas’ud selaku Presiden Global Qurban.

Aktor Dimas Seto yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan ada kebanggaan diajak terlibat langsung dalam Global Qurban oleh ACT. Ia berharap semangat dari teman-teman ACT bisa menular ke para artis di kajian Musawarah dan pekerja seni lainnya.

“Kami di Kajian Musawarah juga ikut kampanye berkurban dengan harapan menjadi perantara kebahagiaan saudara lainnya. Awalnya bingung koq harganya murah-murah amat. Hoaks nih, di Jakarta gak mungkin bisa segitu. Ternyata melibatkan masyarakat dan memakmurkan mereka,” cerita Dimas yang juga aktif di kajian Musawarah.

Dimas juga mengajak peserta yang hadir untuk tidak hanya memikirkan kebutuhan diri sendiri tapi juga memikirkan kebutuhan orang banyak, salah satunya melalui berkurban.

Selain Dimas, juga hadir aktor Fauzi Baadilla yang berniat mewakafkan mata air di tanah miliknya untuk umat.

“Semoga apa yang kita lihat, dengar, dan manfaat yang kita rasakan di sini bisa disebarkan ke orang-orang terdekat, bukan hanya untuk diri kita sendiri. Hari ini kita belajar pentingnya berbagi, memakmurkan sesama. Pada akhirnya bisa menjadi contoh kebaikan yang berkelanjutan untuk memajukan umat Islam. Agama berhubungan dengan ekonomi, kalau agama saja dan ekonomi lemah, agamanya jadi goyang. Doain saya punya tanah ada mata airnya yang bisa saya wakafkan untuk umat,” pungkasnya.

Reporter: Abdullah MN
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.