Menkominfo Tegaskan Komitmen Indonesia Lindungi Insan Pers
Menkominfo Rudiantara dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Bersatu untuk Sulteng", bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (2/10) (Foto: FMB9)

LONDON (Suaramuslim.net) – Laporan Freedom House 2019 menunjukkan Indonesia telah membangun kemajemukan yang signifikan dalam politik dan media. Dengan penilaian angka agregat 62 dalam skala 100, Fredoom House menilai Indonesia memiliki lingkungan media yang dinamis dan beragam.

Komitmen pemerintah atas kebebasan pers ditegaskan kembali oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Forum Global Conference for Media Freedom.

“Pemerintah manapun mesti memiliki komitmen memperjuangkan para jurnalis melalui dukungan terhadap akses layanan hukum serta berbagai pelatihan,” ungkapnya saat menghadiri Global Conference on Media Freedom di Printworks, Surrey Quay Road, London, Rabu (10/7).

Memimpin delegasi Republik Indonesia, Menteri Rudiantara menjelaskan Pemerintah Republik Indonesia mendukung penuh kebebasan media serta para pekerja pers.

“Indonesia support upaya dunia internasional membangun jaringan dukungan untuk teman-teman jurnalis, mendukung jurnalisme warga atau citizen journalism. Termasuk dalam mengatur konflik dan pascakonflik,” jelas Menteri Rudiantara.

Dinamika Pers Global

Forum yang digelar oleh Pemerintah Inggris dan Kanada tanggal 10 -11 Juli 2019 itu ditujukan untuk menyusun komitmen bersama terhadap perlindungan jurnalis dalam menjalankan tugas, peningkatan kualitas sumber daya manusia jurnalis dan memperjuangkan kebebasan pers.

Baca Juga :  Siasat Pers di Tengah Era Disrupsi

Di Indonesia sendiri, kebebasan pers atau freedom of the press dijamin sebagai hak konstitusional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 4 ayat 1 yang berbunyi, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Melalui konferensi yang digelar Pemerintah Inggris dan Kanada bersama perserikatan itu, Menteri Kominfo menyatakan arti penting keterlibatan Indonesia dalam forum yang dihadiri oleh berbagai negara.

“Agenda ini penting, terutama untuk mengetahui seputar dinamika insan pers dalam tataran global,” kata Menteri Rudiantara.

Menurut Menteri Kominfo, dalam konferensi tersebut, disepakati dukungan terhadap sejumlah program pemberdayaan pekerja media. Mulai dari pengembangan kemampuan jurnalisme investigatif, dukungan organisasi-organisasi multilateral guna berbagi dan mengimplementasikan mekanisme praktik terbaik, untuk mendukung dan memperjuangkan para jurnalis.

“Semoga melalui Media Freedom Conference, eksistensi media semakin positif dan terus memberikan kontribusi nyata bagi dunia,” pungkasnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.