Lumbung Wakaf Terpadu, Songsong Peradaban Baru Wakafnomics Tanpa Riba
President Global Wakaf ACT Imam Akbari saat memberikan sambutan di peluncuran program Global Qurban 2019 dengan tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” bertempat di desa Gadu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kamis (11/7).

BLORA (Suaramuslim.net) – Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) resmi meluncurkan program Global Qurban 2019 dengan mengangkat tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” bertempat di desa Gadu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kamis (11/7).

Dalam rangkaian acara peluncuran berbentuk farm tour ini, Global Qurban-ACT mengajak para stakeholders yang terdiri dari media, mitra, donatur, komunitas, korporasi, dan influencer untuk melihat cara Global Qurban mengelola hewan kurban. Peluncuran tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” yang dilaksanakan di Lumbung Ternak Wakaf Desa Sambong, Blora, ini membawa nuansa berbeda.

Dalam pengelolaan profesional Global Qurban, terdapat filantropi Islam berbentuk wakaf sebagai penggerak utamanya. ACT menginisiasi Global Wakaf Foundation sebagai lembaga yang khusus mengelola filantropi dan kebermanfaatan wakaf.

Salah satu program masterpiece-nya adalah Kawasan Wakaf Terpadu Blora. Dalam kawasan ini, terdapat Lumbung Ternak Wakaf yang mengelola implementasi wakaf dalam penyediaan hewan kurban.

Dalam penyediaan hewan kurban, program lumbung ternak wakaf menyerap banyak sumber daya manusia di berbagai daerah. Melibatkan para peternak dan petani daerah untuk mengelola stok hewan kurban dengan pola pemberdayaan yang menyejahterakan. Sehingga, roda ekonomi masyarakat di wilayah implementasi Global Qurban terus bergerak.

Imam Akbari selaku President Global Wakaf mengungkapkan, dalam kawasan ini, aset-aset wakaf produktif dikelola secara optimal sehingga mampu membawa ekonomi masyarakat setempat ke arah yang lebih baik.

Imam Akbari menyebut Global Wakaf dengan dukungan dari masyarakat dan warga dari sejumlah desa di Blora punya empat mandat, yaitu fungsi edukasi, filantropi, ekonomi dan reformasi.

“Fungsi edukasi menyosialisasikan bahwa wakaf adala solusi bagi masyarakat. Adapun fungsi filantropi diharapkan bagi mereka yang teredukasi tentang wakaf bisa menjadi wakif (orang yang berwakaf),” jelas Imam.

“Sedangkan fungsi ekonomi yaitu membangum wakaf produktif yang direalisasikan dengan lumbung ternak wakaf, lumbung pangan wakaf dan sumur wakaf di tempat ini. Ritel wakaf dan distribution center terbangun, ada 400 ritel saat ini yang sudah ada. Ini bisa menjadi laboratorium bagi masyarakat. Sudah ada sekolah wakaf dan semoga nanti juga muncul Rumas Sakit wakaf untuk melengkapi kawasan wakaf terpadu,” lanjutnya.

Fungsi terakhir adalah reformasi yang mewujudkan peradaban baru ekonomi tidak berbasis riba tapi wakaf.

“Saya menyebutnya wakaf-nomics. Bisa menyejahterakan masyarakat tanpa riba. Saya berharap momentum kebersamaan penuh berkah dan maslahat hari ini tidak hanya untuk kesejahteraan Blora tapi untuk Indonesia dan dunia bahkan akhirat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Eni Rahmawati perwakilan Camat Sambong Blora mengucapkan terima kasih kepada ACT.

“Terima kasih kepada ACT atas pemberdayaan lumbung ternak di sini. Semoga dapat meningkatkan kesejahteraan warga yang 70% mata pencariannya bergantung pada hutan, sehingga akhirnya mereka menjadi peternak dan tidak bergantung kepada hutan lagi. Kami juga berharap agar ACT melakukan kerja sama dengan Bumdes untuk lebih meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Reporter: Abdullah MN
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.