Jangan Pisahkan Ibadah dan Akhlak

Suaramuslim.net – Beberapa teman ada yang bertanya apa perbedaan dan pengertian iman, Islam, dan takwa. Kemudian mana yang lebih dulu dipahami dari ketiga hal tersebut?

Iman

Iman seperti yang sudah kita kaji bersama secara ilmiah menurut Al Qur’an dan hadis adalah pandangan dan sikap hidup seseorang terhadap ajaran/ilmu/paham tertentu (H.R. Ibnu Majah dan Thabrani). Menurut Al Quran iman setiap orang dibedakan menjadi dua:

  1.  Iman bil haq (pandangan dan sikap hidup dengan ajaran/ilmu yang benar yakni Al Qur’an dan hadis
  2. Iman bil batil yaitu pandangan dan sikap hidup dengan ajaran/ilmu/paham selain Al Quran dan hadis. Misalnya pandangan dan sikap hidup yang mengikuti Liberalisme, Kapitalisme, Komunisme, Sekularisme dll (silakan lihat Q.S. Al-Ankabut: 52).
Islam

Islam dari bahasa Arab dari kata dasar “aslama” yaitu menyerahkan diri (penyerahan total kepada ajaran Allah); “As salam” berarti damai, “saliim” bermakna bersih atau suci, “salaam” berarti selamat/ sejahtera. (Referensi Q.S. Al Anfal: 61, An-Nisa: 125; Al Baqarah: 28, Al Maidah: 6, Maryam: 47).

Baca Juga :  Janganlah Menjadi Guru Karbitan

Jadi menurut bahasa Islam itu memiliki arti; selamat, sejahtera, damai, suci bersih dan lurus. Sedangkan dalam arti syar’i Islam memiliki arti; tunduk patuh, berserah diri terhadap ajaran/ilmu Allah.

Dengan demikian proses iman dari pengetahuan, ucapan menjadi amalan secara totalitas disebut berislam (QS. Al An’am: 162). Orang yang berislam disebut muslim. Urut-urutannya beriman dulu baru berislam. Tapi bisa juga orang berislam dulu baru beriman. Idealnya beriman lalu berislam.

Orang yang beriman dengan ajaran Allah disebut mukmin. Jika totalitas hidupnya (keyakinan, ucapan dan perilakunya) sudah diserahkan (diformat) total dengan ajaran Allah (Al Quran dan hadis) maka disebut muslim (seperti bacaan doa iftitah shalat). Iman seseorang bisa bertambah dan bisa berkurang (Al Hadis) tergantung lingkungan dan referensi keilmuan yang mempengaruhi (baca edisi sebelumnya).

Sedangkan orang yang ingkar dengan ajaran Allah disebut kafir (Yahudi, Nasrani, Musyrik, Munafik, Komunisme, Liberalisme, Kapitalisme, ajaran nenek moyang dll). Lihat QS. Al Bayyinah ayat 1, Al Baqarah ayat 256-257.

Baca Juga :  Begini Adab Ketika Akan Bertamu

Kadar kafir setiap orang berbeda-beda. Ada yang kafir total ada yang setengah iman setengah kafir, keduanya tetap disebut kafir. Orang yang mengaku mukmin tapi berperilaku munafik juga disebut kafir. (QS. An Nisa: 46, Al Baqarah: 93).

Takwa

Secara spesifik pengertian takwa tidak dirinci dalam Al Quran dan hadis, berdasarkan pemahaman beberapa ayat yang relevan, takwa diartikan orang yang sudah kompeten melaksanakan iman bil haq. Pelakunya secara plural disebut muttaqin.

Untuk menjadi orang yang bertaqwa harus melalui proses; mukmin – muslim – muttaqin (QS. Al Baqarah: 183). Ciri-ciri muttaqin sangat banyak disebutkan Al Quran (Al Baqarah: 3-4, 177, 183, 212. Ali Imran: 115, 133, 134, 186. Al An’am: 32, 69. Al A’raf: 26, 201. Thaha: 132. Al Ahzab: 32).

Kesimpulan

Untuk menjadi mukmin, muslim dan muttaqin kunci utamanya adalah berilmu dengan ajaran Allah (Al Quran dan hadis). Sangat disayangkan masih banyak umat Islam yang baca Al Quran hanya untuk mencari pahala, ingin khatam, dilombakan, dihafalkan dll. Jika hal-hal itu penting maka yang sangat super penting lagi adalah mempelajari dan memahami Al Quran.

Baca Juga :  Bagaimana Islam Bisa Mengatasi Kapitalisme yang Jahat Tapi Cerdik (2)

Penulis: Dr. H. Miftahul Huda*
Editor: Muhammad Nashir

*Pengasuh Kajian Iman Menurut Alquran Surabaya
*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.