Imigran Kalideres: Satu Hari pun Kami Tidak Bisa Tidur Di Negara Kami

Imigran Kalideres: Satu Hari pun Kami Tidak Bisa Tidur Di Negara Kami

Imigran Kalideres Satu Hari pun Kami Tidak Bisa Tidur Di Negara Kami
Salah seorang imigran asal Afganistan yang tinggal di trotoar jalan (Foto: dok Suaramuslim.net/Ali Hasibuan)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Jakarta (Suaramuslim.net) – Sedikitnya tujuh puluh imigran yang berasal dari berbagai negara konflik tinggal di trotoar jalan di depan rumah detensi imigrasi Jakarta. Mereka berasal dari Somalia, Sudan, Yaman dan Afganistan.

Seorang imgiran yang bernama Ahmad Zia mengaku kepergiannya dari Afganistan karena negaranya sedang mengalami konflik perang saudara. Menurutnya negaranya dalam keadaan kacau yang membuat warganya tidak bisa hidup dengan bebas.

“Bahkan, satu hari pun kami sulit tidur di sana” ujar Zia yang juga merupakan seorang dokter ini.

Zia lari dari negaranya dengan membawa isteri dan kedua anaknya. Menurut pengakuannya, sebelum ke Indonesia mereka sempat pergi ke Malaysia dengan menggunakan pesawat terbang dan menuju Indonesia dengan menggunakan kapal. Keluarga Ahmad Zia adalah salah satu di antara puluhan keluarga lain yang sudah 40 hari menggelandang di trotoar jalan di depan Rumah Detensi Imigrasi Jakarta.

Dari pantauan Suaramuslim.net para imigran hanya tidur dengan beralaskan kasur tipis dan beratapkan kain ala kadarnya. Mereka tepat berada di samping jalan (trotoar) yang menjadi tempat lalu lalang kendaraan. Pilihan tinggal di trotoar ini terpaksa karena Rumah Detensi Imigrasi yang sedianya diperuntukan bagi imigran pencari suaka telah melebihi kapasitas maksimal.

“Ya di dalam sudah penuh” ujar seorang warga Kalideres yang juga menjadi relawan untuk membantu kebutuhan para imigran.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment