Inilah 8 Sebab Hati Bisa Mati
Daun mengering.

Suaramuslim.net – Di berbagai acara pernikahan atau kondangan selalu ada dekorasi: Mohon doa restu. Harapannya agar tamu undangan memberi doa kebaikan kepada pemilik hajat. Maka sejatinya hajat manusia itu sebanyak hembusan nafasnya. Doa manusia itu harusnya sebanyak itu pula. Namun, hati manusia seringkali mati sehingga hatinya tidak tersambung kepada Allah. Inilah 8 sebab hati mati menurut ulama abad pertama Hijriyah, Ibrahim bin Adham.

Namun, sering kali manusia merasa doa-doa tak terkabul. Manusia banyak sekali permintaannya. Anak Adam juga banyak masalah yang dihadapinya. “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, apabila ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir” (QS. Al Maarij 19-21). Karena itu, manusia banyak punya masalah. Maka ia butuh banyak doa kepada Zat yang yang Mahakuasa ketika kuasa manusia sangat terbatas. Hanya saja doa itu sering tak terkabul karena hati manusia yang telah mati. Inilah 8 sebab hati yang bisa mati menurut ulama abad pertama Hijriyah, Ibrahim bin Adham.

Ibrahim bin Adham (ulama di abad pertama hijriyah) pernah ditanya orang tentang masalah doa dan zikir yang tak terkabul. Mereka bertanya, “Mengapa doa kami tidak dikabulkan, padahal Allah telah berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu’?” (QS. Al Mu’min 60).

Ibrahim bin Adham menjawab, “Karena hati kalian telah mati.” Mereka bertanya lagi, “Apa yang bisa mematikannya?” Ibrahim bin Adham menjawab, “Inilah 8 sebab hati bisa mati (diolah dari terjemahan Bab Tazkiyatun Nufus, kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali):

  1. “Kalian mengetahui hak Allah tetapi kalian tidak melaksanakan hak-hak-Nya (untuk ditaati dan disembah),
  1. Kalian membaca Al Quran tetapi kalian tidak mengamalkan hukum- hukumnya,
  1. Kalian mengatakan cinta Rasulullah tetapi kalian tidak mengamalkan sunnahnya,
  1. Kalian mengatakan takut mati tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya,
  1. Allah berfirman, “Syetan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu)” tetapi kalian mendukungnya dalam bermaksiat,
  1. Kalian mengatakan takut api neraka tetapi kalian mencampakkan jasad kalian ke dalamnya,
  1. Kalian mengatakan cinta surga tetapi kalian tidak berusaha untuk mendapatkannya,
  1. Apabila kalian berdiri di tengah manusia maka kalian melemparkan aib-aib kalian di belakang punggung kalian dan kalian gelar aib-aib orang lain di hadapan kalian lalu dengan demikian kalian membuat Tuhan kalian murka, maka bagaimana mungkin Dia mengabulkan doa kalian?”

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah 186). Maka hendaknya orang berdoa itu memenuhi perintah Allah dan mengimaniNya.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.