Inilah Bacaan “Tersembunyi” dalam Al Quran

810
Inilah Bacaan “Tersembunyi” dalam Al Quran

Suaramuslim.net – Al Quran memang bagai lautan yang tak bertepi, semakin jauh ia dikejar semakin luas pula jangkauannya. Semakin tinggi tingkatannya dalam mempelajari Al Quran maka semakin banyak ilmu tentang Al Quran yang harus dikuasai. Ada bacaan “asing” dalam Al Quran yang disebut Gharib. Berikut ulasannya.

Bak grammar dalam bahasa Inggris ada yang disebut regular verb dan irregular verb. Dalam kaidah  membaca Al Quran, ada perubahan cara membaca dengan pola tertentu, ada juga yang tidak menggunakan pola tertentu, Perubahan cara baca yang tidak beraturan ini juga dikenal dalam metode qira’ah Imam Ashim yang banyak dipakai kaum Muslim di Indonesia, kaidah ini dinamakan Gharib.

Gharib menurut bahasa artinya tersembunyi atau samar, sedangkan menurut istilah ulama qurra’, gharib artinya sesuatu yang perlu penjelasan khusus dikarenakan samarnya pembahasan atau karena peliknya permasalahan baik dari segi huruf, lafadz, arti maupun pemahaman yang terdapat dalam Al Quran.

Adapun bacaan-bacaan yang dianggap gharib (tersembunyi/samar) dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs diantaranya adalah:  Imalah, Isymam, Saktah, Tashil, dan Naql.

Saktah (diam, tidak bergerak)

Ialah berhenti sejenak tanpa bernafas. Adapun tanda saktah yang terdapat dalam Al Quran biasanya dengan (سكتة)   dan kadang-kadang juga dengan (س) saja.

Di dalam Al Quran bacaan saktah ada pada 4 tempat, yakni:

  1. Surah al-Kahfi ayat 1dan 2: ۥ عِوَجَاۜ قَيِّمً۬اا
  2. Surah Yasin ayat 52: مِن مَّرۡقَدِنَاۜ‌ۗ هَـٰذَا
  3. Surah al-Qiyamah ayat 27:  وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٍ۬
  4. Surah al-Muthaffifiin ayat 14: كَلَّا‌ۖ بَلۡۜ رَانَ
Tashil (memberi kemudahan, keringanan atau menyederhanakan)

Cara membaca dua hamzah yang berjejer, hamzah pertama dibaca biasa sedangkan yang kedua disuarakan antara hamzah dan alif (samar-samar).

Di dalam Al Quran bacaan tashil hanya ada pada 1 tempat, yaitu:

  1. Surah Fushshilaat ayat 44:  ءَا۠عۡجَمِىٌّ۬ وَعَرَبِىٌّ۬‌ۗ
Isymam (mencampurkan)

Bacaan yang mencampurkan dammah pada sukun dengan memoncongkan bibir atau mengangkat dua bibir (mecucu – Jawa).

Dalam Al Quran bacaan ini hanya terdapat pada 1 tempat, yakni:

  1. Surat Yusuf ayat 11:  لَا تَأۡمَ۫نَّا
Naql (memindah)

Adalah membaca lam sukun (أل) “al” diganti dengan harakat huruf hamzah sesudahnya (i) “i” sehingga menjadi (أل) “ali” kemudian huruf hamzah kasrah  (i) “i” dari kata “ٱسۡم” dibuang, sehingga berbunyi (lismu) kemudian dihubungkan dengan  “بِئۡسَ” maka menjadilah bacaan (bi’sa lismu).

Dalam Al Quran, ayat yang mesti dibaca naql hanyalah ada pada 1 tempat, yakni:

  1. Surah al-Hujurat: 11: بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ
Imalah (memiringkan atau membengkokan)

Cara merubah bacaan “RO” menjadi “RE” (seperti “E” dalam kata sate).

Dalam Al Quran, lafadz yang dibaca dengan metode ini ada pada 1 tempat, yakni:

  1. Surat Hud ayat 41:مَجۡر۪ٮٰهَا

Demikian makna gharib dan beberapa potongan ayat yang di hukumi gharib. Semoga bermanfaat.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here