SURABAYA (Suaramuslim.net) – Bertempat di Al-Falah Tower Lantai 3, Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya (YGAS) menggelar Workshop Awal Semester sebagai momentum penguatan program, evaluasi capaian semester I, sekaligus penyelarasan target strategis lembaga di semester II tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Head dari setiap direktorat di lingkungan Griya Al Qur’an serta Head Station dari Suara Muslim Radio Network.
Forum ini menjadi ruang berbagi gagasan, memperkuat sinergi lintas direktorat, serta mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan program agar semakin memberikan manfaat yang luas bagi umat dan para mitra dakwah.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya, Irwitono, mengingatkan pentingnya proses kaderisasi sebagai bagian dari keberlanjutan perjuangan lembaga.
“Saya teringat proses menua para pimpinan kita, begitu pula saya yang harus selalu siap tergantikan nantinya. Pertanyaannya, siapa yang akan melanjutkan estafet perjuangan ini?” Ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari capaian program hari ini, tetapi juga dari kemampuannya menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga nilai, visi, dan keberlanjutan dakwah di masa mendatang.
Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 105:
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan niat mencari rida Allah SWT akan bernilai ibadah dan memiliki kemuliaan di sisi-Nya. Karena itu, proses bekerja tidak semata berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada pembentukan sistem, budaya kerja, dan nilai-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sebagai bagian dari penguatan strategi organisasi, workshop ini juga menggunakan pendekatan Boston Consulting Group Matrix atau BCG Matrix, sebuah alat analisis strategis yang dikembangkan oleh Bruce Henderson pada tahun 1970.
Melalui pendekatan ini, setiap unit program dapat dipetakan berdasarkan tingkat pertumbuhan dan kontribusinya, sehingga lembaga memiliki gambaran yang lebih jelas dalam menentukan prioritas pengembangan, optimalisasi sumber daya, dan arah pertumbuhan di masa mendatang.
Lebih dari sekadar evaluasi dan perencanaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mensyukuri berbagai kolaborasi yang telah terjalin. Kehadiran para mitra dan keluarga besar lembaga menjadi kekuatan penting dalam memperluas kebermanfaatan dakwah yang selama ini dijalankan.
Melalui forum full-day meeting observer ini, seluruh peserta diharapkan dapat mengkalibrasi kembali orientasi kerja, menyelaraskan target, serta memperkuat komitmen pelayanan dakwah. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan tidak hanya mencapai indikator kinerja yang ditetapkan, tetapi juga mampu menghadirkan dampak yang nyata bagi masyarakat dan para mitra hingga penghujung tahun 2026.
Memasuki penghujung acara, jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WIB. Namun semangat peserta tetap terjaga hingga sesi terakhir.
Workshop ini menjadi semakin istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh jajaran pimpinan dan para Head Direktorat, tetapi juga melibatkan second layer atau tim pelaksana dari masing-masing direktorat yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam mengawal implementasi berbagai program dan strategi yang telah disusun.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa proses kaderisasi dan transfer pemahaman tidak berhenti pada level pimpinan, melainkan diteruskan hingga kepada tim yang akan membersamai pelaksanaan program di lapangan. Dengan demikian, seluruh perencanaan yang dihasilkan dalam workshop ini memiliki peluang yang lebih besar untuk diwujudkan secara optimal dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan, pesan, serta refleksi selama mengikuti rangkaian pelatihan dan diskusi. Berbagai harapan dan komitmen disampaikan sebagai bentuk kesiapan untuk menyongsong semester baru dengan semangat kolaborasi, pembelajaran, dan pelayanan yang lebih baik.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar setiap ikhtiar yang direncanakan diberikan kemudahan, keberkahan, serta menjadi jalan hadirnya manfaat yang lebih luas bagi umat.
Semoga seluruh target yang telah dirumuskan dapat terlaksana dengan baik dan menjadi bagian dari kontribusi nyata Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya dalam menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Kontributor: Fachrurrossi
Penyunting: Muhammad Nashir

