Petugas tengah berupaya memadamkan api yang membakar tumpukan daun cemara pada Blok Gentong Growah, Gunung Arjuno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (30/7/2019). Foto: Antara/HO-UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kehutanan DLHK telah menyegel 56 lahan yang terbakar milik perusahaan. Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi dalam rilisnya, Ahad (29/9).

“Selanjutnya, data terbaru pada 28 September 2019, bertambah menjadi 62 lahan perusahaan yang telah disegel yang merupakan hasil kerja keras tim penegakan hukum di lapangan,” jelasnya.

Satelit Modis yang digunakan BMKG yang menjadi standar kondisi cuaca di ASEAN menunjukkan pada 23 September 2019 jumlah titik panas (hotspot) seluruh Indonesia berjumlah 1.374 titik, dengan rincian di Riau 134 titik, Jambi 324 titik, Sumatera Selatan 337 titik, Kalimantan Barat 20 titik, Kalimantan Tengah 279 titik, dan Kalimantan Selatan 49 titik, serta Kalimantan Timur 11 titik.

“Untuk tanggal 25 September 2019, Riau dan enam wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan nasional lainnya, semuanya mengalami penurunan,” lanjutnya.

Secara nasional jumlah titik api pada 25 September 2019, jumlah titik api seluruh Indonesia sebanyak 554 titik, dengan sebaran Riau 68 titik, Jambi 15 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Kalimantan Barat 9 titik, Kalimantan Tengah 268 titik, Kalimantan Selatan 39 titik, Kalimantan Timur 60 titik.

Baca Juga :  Kirimkan Ribuan Ton Bantuan Logistik, ACT Siap Layani Korban Kabut Asap di Riau

Pada 26 September, satelit modis menangkap kenaikan jumlah titik api, dimana pada pukul 18.55, setelit mencatat ada 915 titik api seluruh Indonesia, dengan Riau tanpa titik api, Jambi 33 titik api, Sumatera Selatan 18 titik api, Kalimantan Barat 59 titik api, Kalimantan Tengah 674 titik api, Kalimantan Selatan 28 titik api, Kalimantan Timur 38 titik api.

Selanjutnya penurunan kembali terjadi pada Jumat (27/9), pukul 22.12 satelit mencatat ada 223 titik panas di seluruh Indonesia. Riau hanya 9 titik panas, Jambi 96 titik, terdapat 8 titik panas di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat 1 titik, Kalimantan Tengah 1 titik panas, Kalimantan Selatan 1 titik panas, Kalimantan Timur 33 titik panas.

Pada Sabtu 28 September 2019 pukul 06.02. WIB tren penurunan kembali terjadi.

Terdapat 136 titik panas di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah rawan karhutla, di Riau terdapat 2 titik, Jambi 17 titik, Sumatera Selatan 3 titik, Kalimantan Barat tidak ditemukan titik panas, Kalimantan Tengah terdapat 4 titik, Kalimantan Selatan 1 titik, dan Kalimantan Timur terdapat 27 titik.

Baca Juga :  BPPT Akan Lakukan Modifikasi Cuaca di Provinsi Jambi

Sementara itu, pantauan pada Ahad 29 September 2019, sebagian wilayah mengalami kenaikan jumlah hotspot, yaitu Jambi 34 titik, Sumsel 50 titik, Kalbar 2 titik, Kalteng 48 titik, dan Kalsel 31 titik. Beberapa daerah rawan karhutla juga ada yang mengalami penurunan hotspot yaitu Riau 1 titik dan Kaltim 14 titik.

Sehingga pantauan hotspot seluruh Indonesia per Ahad pukul 08.15 WIB yaitu 263 titik.

“Terhadap wilayah yang mengalami kenaikan hotspot, Menteri LHK sudah meminta perhatian para Gubernur, sekaligus agar terus memantau serta memberi arahan untuk Satgas dan tim lapangan. Sementara BPPT, BMKG, BNPB, TNI dan POLRI serta kementerian terkait terus melakukan kegiatan sesuai bidang tugasnya,” tutupnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.