Marhaban Ya Ramadhan

Suaramuslim.net – Insya Allah penentuan 1 Ramadhan 1439 H tidak ada perbedaan. Sambil menunggu hasil Ru’yatul Hilal (melihat bulan baru) dan sidang itsbat nanti malam, kemungkinan hilal di seluruh benua tidak terlihat sehingga bulan Sya’ban istikmal menjadi 30 hari atau 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2018 M.

So.. mulai 1 Ramadhan yuk jadikan jiwa ini menyatu dengan Al Quran dengan minimal khatam sekali, sebagaimana para ulama salafus sholih berlomba-lomba untuk ‘memperbanyak’ khataman Al Quran.

-Advertisement-

Perhatikan Ulama-Ulama Ini

Al Aswad bi Yazid khatam dua malam sekali

كَانَ الأَسْوَدُ يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي رَمَضَانَ فِي كُلِّ لَيْلَتَيْنِ

“Al-Aswad bin Yazid (75 H) biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan setiap dua malam.” (Siyar A’lam An-Nubala, 4: 51).

Qotadah bin Da’amah khatam setiap 3 hari sekali di bulan Ramadhan

كَانَ قَتَادَة يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي سَبْعٍ، وَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ خَتَمَ فِي كُلِّ ثَلاَثٍ، فَإِذَا جَاءَ العَشْرُ خَتَمَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Qatadah biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun jika datang bulan Ramadhan ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Ketika datang sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, ia mengkhatamkan setiap malamnya.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 5: 276).

Apalagi Imam Syafii

Baca Juga :  Sholat Hajat untuk Permohonan Khusus

كَانَ الشَّافِعِيُّ يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ سِتِّيْنَ خَتْمَةً

Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali.” Ditambahkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa khataman tersebut dilakukan dalam shalat. (Siyar A’lam An-Nubala’, 10: 36).

Yuk, siapkan jiwa ini untuk menyatu dengan Al Qur`an di bulan Ramadhan kali ini. Perbanyak doa mulai sekarang hingga Ramadhan selesai dengan doa yang diriwayatkan dari Sahabat Ubadah bin Ash Shomit beliau berkata;

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا هؤلاء الكلمات إذا جاء رمضان: “اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لرمضان، وسلم رمضان لي، وتسلمه مني مُتَقَبَّلاً” (رواه الطبراني في “الدعاء”، والدَّيْلَمِيّ في “مسند الفردوس”).

Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kami, sebuah untaian kalimat doa ketika datang Ramadhan; Allahumma sallimni li Ramadhan wa sallim Ramadhan lii wa tasallamhu minni mutaqobbala. Artinya Ya Allah selamatkan aku untuk Ramadhan dan selamatkan Ramadhan untukku, serta terimalah dariku semua amalan Ramadhan” (HR At Thobbaroni dan Ad Daylami).

Maksud, “selamatkan aku untuk Ramadhan“ adalah selamatkan diri ini agar panjang umur, sehat badan dan bersama-sama keluarga untuk bisa menikmati rahmat Mu di bulan Ramadhan.

Baca Juga :  Inilah Tata Cara I’tikaf Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Maksud, “selamatkan Ramadhan untukku” adalah selamatkan rahmat, maghfirah Ramadhan untukku ya Allah.

Ya Alloh, selamatkan kami untuk dapat menikmati Ramadhan dan selamatkan Ramadhan untuk dapat kami peluk ampunan dan kasih sayang-Mu di dalamnya dan terimalah ia sebagai amal sholeh untuk kami… Aamiin ya mujiibas saailin…

 

Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

-Advertisement-