Cara Mengenalkan Menstruasi Pada Anak

29
Cara Mengenalkan Menstruasi Pada Anak

Suaramuslim.net – Sebagian besar anak merasa takut dan bingung saat pertama kali mengalami menstruasi. Padahal, rasa takut yang muncul bisa dicegah jika orangtua telah menjelaskan kepada anak terkait masa pubertas dan menstruasi sejak kecil. Bagaimana memberi pendidikan tentang menstruasi pada anak?

Membicarakan menstruasi pada anak di saat ia telah mendapati dirinya sedang menstruasi, pada awalnya akan terasa canggung dan aneh. Namun, tetap harus dilakukan karena hal itu juga merupakan  peran sebagai orangtua. Masa puber pada anak akan dimulai pada usia  9-10 tahun, biasanya anak sering bertanya tentang tubuh manusia. Untuk meminimalisir kecanggungan, orangtua dapat memulai pembicraan tentang menstruasi ketika anak sudah mulai bertanya-tanya mengenai tubuh manusia.

Misal, Anda dapat memulai pembicaraan kepada anak perempuan Anda dengan kalimat seperti, “Nanti jika sudah besar kamu akan jadi seperti Mama. Akan ada perubahan tertentu pada tubuh kamu”. Sehingga pada saat anak mengalami menstruasi pertama, yaitu sekitar usia 12 tahun, maka hal itu tidak lagi mengejutkan. Dilansir dari laman meetdoctor.com, begini cara memberi pendidikan menstruasi kepada anak.

Bicarakan Sedini Mungkin dalam Beberapa Waktu Berbeda

Pendidikan tentang tubuh manusia, terutama organ reproduksi, sebenarnya tidak perlu dibahas dalam satu waktu sekaligus karena justru dapat membuat anak kewalahan dan menjadi tidak nyaman. Anda dapat memecah diskusi ke dalam beberapa pembicaraan berbeda pada waktu-waktu santai, tiap kali ada kesempatan. Sehingga Anda bisa memberi pendidikan seksual kepada anak sejak dini.

Bicarakan dengan Nada Positif

Jika Anda kesulitan untuk menjawab, hindari membohongi anak. Jangan pula menyebutkan bahwa menstruasi merupakan kutukan atau sebuah penyakit. Jawaban yang salah hanya akan membuat anak menjadi takut ketika masa menstruasi tiba.

Orangtua perlu melengkapi diri dengan pengetahuan mengenai cara kerja organ reproduksi agar dapat menjelaskan kepada anak,  bahwa haid merupakan proses alami yang terjadi pada wanita. Beritahu juga  setiap anak memiliki perubahan tubuh yang berbeda. Ada yang lebih cepat, ada pula yang lebih lambat.

Sesuaikan dengan Usia

Sesuaikan diskusi dan penjelasan dengan usia dan pengetahuan anak. Misalnya saat anak memasuki usia 7-8 tahun menemukan pembalut di dalam lemari,  jelaskan bahwa Anda menggunakan pembalut tersebut saat sedang menstruasi. Pada usia ini, mungkin Anda perlu untuk membatasi jawaban dan penjelasan yang diberikan kepada anak jika anak tidak bertanya terlalu mendalam. Namun, seiring bertambahnya usia, Anda bisa menjelaskannya secara spesifik tentang periode mensturasi dan lainnya.

Tidak Apa-apa untuk Menjawab “tidak tahu”

Anak-anak terkadang mengajukan pertanyaan yang membuat orangtua kebingungan dalam menjawabnya. Jika memang benar-benar tidak siap dengan jawaban yang tepat, minta waktu kepada anak untuk Anda mencari informasi terkait pertanyaan yang diajukan dan akan memberikan jawaban tersebut kepadanya di lain waktu. Mengarang atau menakuti untuk sekadar membuatnya berhenti bertanya, hanya akan membuat anak tidak memercayai Anda dan mencari informasi dari sumber lain yang belum tentu tepat.

Hindari Sekadar Memberinya Video atau Buku tentang Menstruasi

Ada banyak buku atau video yang menjelaskan tentang proses menstruasi atau cara kerja organ reproduksi. Namun, anak bisa saja punya banyak pertanyaan yang tidak akan mendapat jawaban hanya menonton dan membaca saja. Penting mendampingi anak saat sedang menonton atau membaca video tersebut agar Anda dapat mendiskusikan apa yang telah ditonton dan dibaca bersama.

Bicarakan Juga kepada Anak Laki-laki

Tidak hanya anak perempuan, anak laki-laki juga butuh diajak berdiskusi tentang datang bulan. Anda dapat berbicara kepada mereka dengan cara yang serupa kepada anak perempuan. Pengetahuan ini diperlukan agar mereka memahami apa yang dialami teman, saudara perempuan dan ibunya tiap bulan. Demikian cara mengenalkan menstruasi pada anak sejak dini.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here