Menikmati Pesona Kota Batu dengan Berkuda

22
Menikmati Pesona Kota Batu dengan Berkuda
foto: google.com

Suaramuslim.net – Berkuda merupakan salah satu jenis olahraga yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Nabi memerintahkan umat Islam agar mengajarkan anaknya tiga hal. Yaitu berenang, memanah, dan berkuda. Jika dilaksanakan, kita bukan hanya mendapatkan manfaat kesehatan, namun juga pahala karena menjalankan sunnah Rasul.

Beberapa tahun belakangan, olahraga berkuda mulai diminati masyarakat Indonesia. Kendati demikian, tidak semua wilayah di Indonesia menyediakan area pacuan berkuda. Umumnya, lokasi pacuan berkuda berada di daerah berhawa sejuk atau di dataran tinggi.

-Advertisement-

Di Jawa Timur, kita bisa latihan berkuda di kota Malang. Seperti diketahui bersama bahwa kota Malang menjadi destinasi pilihan warga Jawa Timur dan sekitarnya untuk berlibur. Disana ada banyak tempat wisata alam yang tak pernah luput dari sorotan para pecinta travelling. Kota Malang juga menjadi surga bagi mereka yang gemar berkuliner sambil berwisata belanja.

Peternakan kuda Megastar, Malang, ini masih terbilang baru, yaitu terhitung sejak 2016 lalu. Wahana seluas 2 hektar tersebut berada di kawasan hutan Oro-oro ombo, Jalan Lintas Barat, Desa Oro-oro ombo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Anda bisa mengambil rute awal dari museum angkut. Karena lokasi peternakan kuda tak jauh dari museum angkut. Sebisa mungkin Anda menggunakan kendaraan pribadi. Alasannya karena lokasi tersebut tidak dilalui oleh kendaraan umum. Jika tidak punya kendaraan pribadi, alternatif lain bisa menyewa mobil saat di Malang.

Baca Juga :  Arab Saudi Berencana Bangun Pusat Internasional Studi Bahasa Arab dan Islam di Malang

Pihak pengelola menyediakan fasilitas lengkap untuk kenyamanan pengunjung. Mulai dari dua lapangan pacu, sejumlah pondokan alias home stay, dan sentra kuliner. Para pengunjung akan bebas berkuda sambil menikmati lanskap kota Batu dari lereng Gunung Panderman mulai pagi pukul 09.00 hingga jam 17.00 WIB. Pengunjung juga bisa menikmati indahnya kebun bunga matahari yang masih satu lokasi dengan wisata pacuan kuda.

Wisata pacuan kuda di Batu ini sebenarnya merupakan proyek kerja sama antara PT Mega Star dengan pihak perhutani dan pemkot Batu dalam rangka pengembangan obyek wisata disana. Dengan demikian, langkah ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah wisatawan asing.

Harga tiket masuk wisata pacuan kuda Batu terbilang cukup terjangkau. Dengan biaya sebesar Rp 25.000, pengunjung bebas menikmati fasilitas dilokasi sepuasnya. Sementara jika pengunjung tertarik untuk menikmati pemandangan sambil menunggangi kuda, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 50.000 per orang dengan durasi waktu selama 30 menit. Pengunjung tak perlu khawatir akan keselamatan diri karena akan ada petugas profesional yang senantiasa menemani selama berkuda.

Baca Juga :  Masalah Datang, Peluang Usaha Akan Bermunculan

Khusus bagi mereka yang belum bisa naik kuda dengan benar, tak perlu cemas. Pihak pengelola menyediakan program sekolah berkuda (riding school) yang dipandu oleh pelatih berlisensi PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia). Siapa pun boleh mengikuti kelas berkuda, mulai dari umur 7 tahun hingga dewasa. Untuk mengikuti program sekolah, para peserta akan dikenakan biaya sebesar Rp 400.000 tiap bulan. Jumlah nominal tersebut terbilang wajar, karena mereka dibimbing langsung oleh pelatih kuda kompeten yang dibuktikan melalui lisensi PORDASI.

Jika Anda mulai tertarik untuk belajar seni berkuda sebagaimana umat terdahulu, segera jadwalkan waktu untuk mengunjungi pacuan kuda di Batu. Ajak pula keluarga agar mereka turut mengenal olah raga berkuda, terutama bagi anak-anak.

Kontributor: Siti Aisah
Editor: Oki Aryono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here