Narasumber: Ustazah Siti Fauziah S.Pd. CBHC Eduparenting Coach dan Founder serta Owner Open Mind Coaching and Consultin. Foto: suaramuslim.net

Suaramuslim.net – Subhanallah, Alhamdulillah, Allah masih memberi kita umur sampai detik ini merupakan karunia yang luar biasa. Dan sungguh jika kita hitung nikmat Allah ini tak akan pernah habis. Sejak kita bangun tidur sampai tidur kembali, rasanya detik demi detik curahan nikmat Allah begitu luar biasa.

Sebagaimana setelah hujan ada pelangi, walaupun beberapa hari ini kita juga disuguhi berita yang menyulitkan saudara-saudara kita, musibah terkait hujan, yaitu banjir. Tetapi kita harus optimis dan tetap penuh semangat dan meyakini bahwa Allah tidak akan membebani hamba-Nya melebihi kemampuannya. Dan mari kita berjamaah, bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji Allah berupa musibah banjir, musibah tanah longsor, dan berbagai musibah yang lain.

Kita membantu mereka dengan pelukan doa, semoga Allah menguatkan mereka, menetapkan dalam kesabaran dan kita alirkan juga dana bantuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.

Jadi, Allah menciptakan manusia dan alam beserta isinya sungguh luar biasa. Kalau kita pelajari, kita bertafakkur tak akan ada sesuatu yang sia-sia. Dalam salah satu firman Allah, jika kita suka merenung, bertafakkur kepada apa pun yang Allah ciptakan, maka kita akan selalu berkata “Ya, Tuhan kami sesungguhnya tidak Engkau ciptakan apa pun di dunia ini sia-sia. Pasti semuanya akan bermanfaat.” Dan kita juga pasti akan mengatakan “Maha Suci Engkau Ya Allah kami semua berlindung kepada-Mu mohon jauhkan dari api neraka.”

Kalau kita menyadari bahwa hidup ini dinamis sekali. Hidup ini penuh warna. Layaknya orang mengenakan baju. Seringkali kita mendengar kata pepatah ‘rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri,’ itu sebenarnya sifat manusia yang seringkali memandang sesuatu yang tidak ia miliki tampak lebih indah daripada yang sudah ia miliki. Karena kita ini visualistis. Apa yang kita lihat langsung masuk ke dalam otak dan itu menjadi respons.

Baca Juga :  Egois dan Apatis, Awal Munculnya Sifat Kikir

Nah, harusnya kita _feed back_ ke diri kita. Semakin berdialog dengan diri kita. Semakin kita sering mensyukuri apa yang sudah Allah berikan, kita pasti tak akan sempat menghitung nikmat untuk orang lain. Jika kita sibuk menghitung nikmat Allah yang sudah Allah beri maka yang ada hanyalah rasa syukur yang terus berlimpah. Sebaliknya, jika kita sibuk menghitung nikmat untuk orang lain, akhirnya lupa dengan kenikmatan yang sudah Allah beri kepada diri kita sendiri.

Kita harus meyakini bahwa setiap hidup itu punya cerita. Setiap keluarga pasti mempunyai suka dan duka masing-masing. Setiap manusia mempunyai alur hidup yang pasti berwarna. Semuanya memiliki dinamika yang berbeda-beda.

Jadi yang sering tampak adalah kita merasa kurang bersyukur ketika mengeluh terhadap kehidupan, betapa sulitnya kehidupan. Dengan seperti itu, akhirnya kita tidak pernah bersyukur kepada apa yang sudah Allah beri.

Ustazah Siti Fauziah S.Pd. CBHC Eduparenting Coach dan Founder serta Owner Open Mind Coaching and Consulting

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.