Ilustrasi tersenyum. Ils: suaramuslim.net

Suaramuslim.net – Sering merasa insecure terhadap diri sendiri? Atau merasa overthinking? Hal ini biasanya sering dialami oleh orang-orang yang merasa kurang percaya diri dengan dirinya sendiri dan juga kemampuan yang sebenarnya ia miliki.

Bahkan beberapa mungkin lupa betapa pentingnya untuk menghargai diri sendiri sehingga kurang mengenali diri sendiri, tidak mengetahui kelebihan diri sendiri, serta memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah.

Mitra muslim kebahagiaan itu datangnya dari dalam diri sendiri, bukan dari orang lain dengan cara mengenali diri sendiri dengan lebih baik. Sebenarnya banyak cara yang dilalui untuk bisa mencapai kebahagiaannya. Bahagiamu adalah milikmu. Ada di dalam dirimu. Jangan habiskan waktu untuk mencari di tempat lain atau bahkan ingin dibahagiakan orang lain. Bahagiamu adalah milikmu, bukan bergantung pada bentuk bahagia orang lain.

Di mana letak bahagia kita?

Seringkali kita melupakan bahwa kebahagiaan itu efek mirroring dari apa yang sudah kita perbuat untuk orang lain. Sering kita mendengar sebuah hadis Rasulullah bahwa “barang siapa yang mendoakan saudaranya dan tidak diketahui oleh saudaranya tersebut, maka malaikat mendoakan hal yang sama untuk dirinya.”

Itu salah satu contoh dalam Islam bahwa kita tidak boleh egois. Kita tidak boleh memandang segala sesuatunya dari kacamata kita. Tetapi Islam ini adalah bagaimana hablumminallah dan hablumminannas berimbang dan sinergis.

Oleh karena itu, kalau kita merasa bahwa apa yang ada dalam hidup ini tidak membuat bahagia, pasti ada salah satu dari tiga pilar ini yang tidak terlaksana. Artinya kalau kita tidak mendahulukan ridhanya Allah, tidak mendahulukan ridha suami atau orang tua, tidak menjadikan syukur bagian dari penentu bahagia kita, maka yang ada dalam hidup kita ini hanya rasa kurang, merasa tidak bahagia. Dan yang sering terjadi adalah perkataan bahwa “aku memang ditakdirkan tidak sukses dan bahagia.”

Itu yang akhirnya membuat kita menuding diri sendiri bahwa kegagalan itu adalah hal yang sudah kita rasakan biasa karena merasa dilahirkan untuk gagal.

Allah menjanjikan barang siapa yang mendahulukan Allah dan Rasul-Nya pasti Allah juga akan mendahulukan dirinya. Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah juga akan menolong dirinya.

Allah luar biasa dalam mendidik kita, sebagai hamba-Nya jangan mendahulukan kita sendiri mendahului agama. Mendahulukan Allah dulu, kemudian Allah akan memudahkan segala urusan kita.

Karena sebenarnya jiwa kita ini sudah Allah buat suka dengan kebaikan, jiwa yang suka kepada hal-hal yang membawa kedekatan kepada Allah. Tetapi kalau itu tidak kita lakukan, maka otomatis kita akan resah. Kalau kita tidak segera muhasabah, akhirnya kita merasa biasa saja dan naudzubillah lama-lama hati akan menjadi mudah hampa karena apa yang kita lakukan tidak dikoneksikan langsung dengan keridhaan Allah, keridhaan orang tua dan suami. Jadikan rasa syukur sebagai langkah kita dalam menikmati kebahagiaan diri.

Artikel ini dikutip dari siaran Mozaik Radio Suara Muslim Surabaya 93.8 fm pada hari Senin, 2 Maret 2020 pukul 13.00-14.00 bersama Ustadzah Siti Fauziah S.Pd, CBHC, Eduparenting Coach Founder & Owner Open Mind Coaching And Consulting.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.