Dubes AS Untuk Israel Sebut Amerika Tidak Akan Mendukung Kemerdekaan Palestina
Dubes AS Untuk Israel David Friedman (Foto: APF)

WASHINGTON (Suaramuslim.net) – Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, David Friedman mengatakan bahwa Pemerintah AS tidak akan mendukung negara Palestina yang merdeka.

Pemerintah AS, lanjut David hanya mendukung pemerintahan otonomi dan sipil Palestina.

“Kami percaya dengan pemerintahan otonomi dan sipil Palestina yang menjamin keamanan Israel,” ujar Friedman seperti dalam wawancara dengan CNN TV, Rabu (31/7).

Friedman adalah salah satu kru yang dibentuk Gedung Putih untuk perdamaian Timur Tengah yang dikepalai oleh penasehat Presiden AS, Jared Kushner.

Friedman yang merupakan rekan dekat Presiden AS Donald Trump tersebut juga menepis kekhawatiran bahwa Deal of Century akan mengarah kepada solusi satu negara, atau negara Israel.

“Saya tidak berpikir pejabat Israel akan menetapkan solusi satu negara,” terangnya.

Saat ditanya apakah AS berencana mendukung gagasan solusi dua negara, dia mengatakan, kami tidak menggunakan istilah ini, tetapi bukan berarti kami mencoba mendukung solusi satu negara. Kalimat ini terikat dengan berbagai isu potensial yang kami yakin akan membahayakan jika frasa tersebut digunakan.

Baca Juga :  Indonesia Serahkan Bantuan Untuk Pengungsi Palestina di Yordania​

Di saat yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga bertemu dengan penasihat Presiden AS Jared Kushner serta utusan perdamaian AS untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt di Gedung Pusat Pemerintah Israel di Yerusalem.

Kunjungan Kushner ke Israel, sebulan setelah AS mengadakan konferensi ekonomi di Bahrain, yang menawarkan investasi sebesar 50 miliar dolar di Palestina.

Namun, menantu Donald Trump tersebut mengatakan bahwa Palestina menggagalkan konferensi tersebut.

Hubungan Palestina dan Amerika Serikat memanas sejak Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan bahwa Al-Quds ibu kota Israel akhir 2017 lalu, di mana keputusan tersebut ditentang keras oleh Arab dan dunia internasional.

Sejak saat itu, Pemerintah Palestina memutuskan kontak dengan Gedung Putih.

Palestina menilai AS tidak lagi cocok menjadi mediator perjanjian damai degan Israel karena hanya mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan sebelah pihak.

Gedung Putih menyikapi langkah Palestina tersebut dengan memutuskan bantuan untuk pengungsi Palestina serta bantuan ekonomi hingga Palestina setuju dengan Deal of Century.

Washington Post menyebutkan bahwa Kesepakatan Abad Ini atau Deal of Century diprediksi akan merugikan Palestina.

Baca Juga :  Amnesty International: Booking.com, Airbnb, Trip Advisor, dan Expedia Dukung Penjajahan Israel di Palestina

Hal ini karena kesepakatan AS tersebut dapat menghapus solusi dua negara dan tidak menjamin kemerdekaan Palestina.

Mei lalu, Perdana Menteri Dr. Mohammed Shtayyeh bahkan menegaskan bahwa Palestina menolak menjual kemerdekaan negara dengan duit.

Dr. Shtayyeh menambahkan bahwa AS sengaja menciptakan krisis ekonomi di Palestina untuk kemudian menyuap mereka.

Sebelumnya, 37 mantan Presiden dan Menteri Luar Negeri Eropa menandatangani sebuah petisi menyerukan Uni Eropa mendukung solusi dua negara serta menolak Kesepakatan Abad Ini jika tidak menghormati hukum internasional.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.