Nasionalisme Itu Orientasi Politik, Bukan Ideologi Politik (3)

Lanjutan dari berita Nasionalisme Itu Orientasi Politik, Bukan Ideologi Politik (1)
Lanjutan dari berita Nasionalisme Itu Orientasi Politik, Bukan Ideologi Politik (2)

Suaramuslim.net – Pemeluk sebuah agama mestinya memiliki keyakinan bahwa ajaran agamanya itulah yang akan menyelamatkan dirinya dan bermanfaat pada keluarga dan bangsa-negara yang dikelola sesuai dengan ajaran agamanya. Kecuali jika ajaran agama itu tidak mengandung tuntunan dalam skala tertentu, seperti tidak memiliki tuntunan tentang cara mengatur keluarga maka si pemeluk bisa bebas mencari cara sendiri dalam mengelola keluarga, atau jika agama itu tidak memiliki ajaran bagaimana cara mengatur bangsa-negara maka pemeluknya yang sedang menjadi penguasa negara boleh bebas mencari sendiri cara mengelola negerinya. Sebaliknya jika agama yang dipeluknya memiliki tuntunan untuk mengelola semua dimensi kehidupannya maka mengapa pemeluk agama itu masih juga mengurus yang menjadi wewenangnya dengan cara lain?. Bukankah itu bisa masuk kategori beragama setengah hati atau munafik seperti yang diuraikan sebelumnya?. Semoga saja pemeluk agama Islam yang belum sadar secepatnya segera kembali berislam dengan benar.

Baca Juga :  Menag: Sisi Esoterik Agama Harus Dibawa Ke Politik

Nah, kini menjadi jelas pengertian nasionalisme, ideologi, dan agama Islam itu, mana lagi yang masih perlu diperdebatkan, dipolemikkan, diseminarkan, ditalkshowkan?.

Jika ada orang Indonesia yang belum memiliki nasionalisme Indonesia ya tinggal di-didik untuk menjadi loyal, cinta, dan membela kepentingan Indonesia. Jika pemeluk agama Islam di negeri ini belum sepenuhnya taat tuntunan Islam ya didakwahi dan di-didik agar menjadi muslim yang taat syariat secara utuh, jangan kawinnya saja atau matinya saja yang diupacarai secara Islam. Di situlah posisi masing-masingnya: nasionalisme, ideologi, dan agama Islam memiliki demarkasi  sendiri-sendiri namun saling berkaitan. Lalu bagaimana bentuk kongkrit hubungan satu dengan lainya, bagaimana hubungan antara nasionalisme, ideologi, dan agama Islam?.

Kalau nasionalisme adalah orientasi mencintai Indonesia sepenuh hati, ideologi adalah metode untuk mensejahterakan bangsa, sedangkan agama Islam adalah agama yang ajarannya akan membuat diri, keluarga, dan negerinya maju dan jaya. Jika menerapkan syariat Islam sesuai dengan lingkup masing-masing, maka jawabannya adalah “nasionalisme harus disertai ajaran Islam tentang kenegaraan sebagai ideologi”.

Baca Juga :  Masduki Baidluwi: Agama Itu Politik

Bagi pemeluk Islam jelas sekali dalilnya, yakni jika nasionalisme tidak menggunakan syariat Islam dalam proses mengelola bangsa-negara, maka kecintaannya pada Indonesia akan berujung memilukan karena negerinya tetap lemah dan terbelakang.

Mari kita selamatkan Indonesia dengan menerapkan syariat Islam terkait pengelolaan bangsa-negara sebagai manifestasi rasa nasionalisme dan kemantapan ideologi Islam kita.

Oleh : Fuad Amsyari, Ph.D
(Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat)

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.