Nasionalisme Itu Orientasi Politik, Bukan Ideologi Politik (1)

Suaramuslim.net – Di media masih saja orang mengkaitkan nasionalisme sebagai ‘ideologi’ yang dibawa untuk diperjuangkan oleh partai politik. Kalau ada yang bertanya apa ideologi yang diusung partainya?. Jawabnya mantap: ‘nasionalisme’. Benarkah nasionalisme itu ideologi? Bagaimana logikanya? Adakah disana metode pembangunan bangsa untuk dilaksanakan oleh partai yang ber ‘ideologi’ nasionalisme? Adakah dalam nasionalisme cara membuat rakyat menjadi makmur sejahtera? Adakah dalam nasionalisme cara penataan hukum yang membuat rakyat bisa hidup aman tenteram penuh keharmonisan?

Sebagai penjelasan mari diperhatikan istilah ‘romantisme’ yang juga bukan ideologi tapi sekadar orientasi hidup. Romantisme adalah orientasi mencintai suatu keindahan tanpa substansi operasional. Nasionalisme itu orientasi untuk mencintai negeri, bangga akan negeri, tapi bagaimana membuat negeri menjadi maju dan membanggakan?. Mari didudukkan masalahnya dengan cermat agar kita tidak bingung bagaimana harus melangkah membangun negeri tercinta Indonesia ini.

“Nationalism” dalam kamus Webster dinyatakan sebagai ‘loyalty and devotion to a nation especially as expressed in an exalting of one nation above all others with primary emphasis on promotion of its culture and interests’ (Nasionalisme adalah orientasi yang menunjukkan adanya kesetiaan dan pengabdian untuk suatu bangsa, dinyatakan dalam sikap kebanggaan terhadap bangsa sendiri khususnya sisi kultur dan  kepentingan bangsa).

Baca Juga :  Tjahjo Kumolo : Yang Menghina Presiden Harus Kita Lawan

Bukankah dengan definisi itu maka makna nasionalisme menjadi amat gamblang hanya sebagai orientasi, bukan ideologi?. Dengan definisi ini coba disebutkan satu saja negara di dunia yang tidak memiliki nasionalisme. Bangsa Amerika punya nasionalisme, bangsa Belanda punya nasionalisme, bangsa Jepang punya nasionalisme, bangsa Cina punya nasionalisme, dan tentunya bangsa Indonesia memiliki nasionalisme. Bangsa yang tidak punya nasionalisme tentunya bangsa yang diragukan eksistensi kebangsaannya. Tapi mungkinkah ada individu yang tidak memiliki nasionalisme?. Mungkin saja, jika minat dia bukan pada bangsanya sendiri tapi pada dunia manusia keseluruhannya, tanpa kotak bangsa. Tentunya individu seperti itu terkategorikan mengingkari kenyataan bahwa dia hidup dalam sebuah bangsa yang memiliki kedaulatan. Apakah Indonesia itu suatu bangsa? Rasanya tidak ada yang meragukan itu karena ada fakta geografis, ada Sumpah Pemuda dan Pancasila, khususnya sila ke tiga “Persatuan Indonesia”.

Apalagi yang masih perlu diperdebatkan tentang nasionalisme di Indonesia?. Semua WNI tentunya memiliki nasionalisme Indonesia, mencintai bangsa Indonesia, kecuali yang berpura-pura menjadi WNI untuk tujuan lain dan dengan entengnya dia lari pindah kewarganegaraan disertai membawa kekayaan negeri yang berhasil dikeruknya di Indonesia dengan segala cara.

Baca Juga :  Terhipnotis Amandemen UUD 1945

Masalahnya kini lalu terletak pada pertanyaan besar: “Untuk membuat Indonesia sebagai bangsa-negara yang bisa dibanggakan dalam dunia internasional karena bangsa ini menjadi hebat, maju, jaya, sejahtera penduduknya, aman-tenteram, kuat kedaulatannya, bagaimana metodenya?”. Di sinilah lalu diperlukan ideologi, bukan lagi nasionalisme. Ideologi, bukan nasionalisme, yang bisa menjadikan suatu bangsa menjadi maju-jaya dan membanggakan.

Oleh : Fuad Amsyari, Ph.D
(Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat)

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Lanjut ke berita Nasionalisme Itu Orientasi Politik, Bukan Ideologi Politik (2)
Lanjut ke berita Nasionalisme Itu Orientasi Politik, Bukan Ideologi Politik (3)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.