Islam Sudah Menyediakan Semua, management Sholat jamaah (2)

Suaramuslim.net – Dalam agama Islam, sholat menduduki tempat yang sangat penting. Berbagai ayat Alqur’an dan hadits telah menunjukkan bahwa Sholat memiliki beberapa nilai penting sebagai berikut:

Sholat sebagai fondasi Islam

Lima hal yang membedakan (mendiferensiasikan) agama Islam dengan agama lainnya, yaitu dapat terlihat dari 5 pilar utama yang dikenal dengan Rukun Islam. Masing-masing agama memiliki ritual tersendiri tentang bagaimana menjalin hubungan dengan Tuhan. Sholat merupakan salah satu ibadah kunci yang membedakan umat muslim dengan umat lainnya. Islam memiliki tata cara sembahyang menyembah Tuhan yang berbeda dengan agama lain. Meskipun ada kesamaan yakni bahwa semua Nabi selalu melakukan sujud.

Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob ra., dia berkata:“Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang hak kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah subhanahu wa ta’ala, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Romadhon.”(HR.Bukhari dan Muslim)

Dan meninggalkan sholat dapat dianggap menjadi tidak ada bedanya antara yang muslim dengan nonmuslim. Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi yang ditulis oleh Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhahullah tentang hukum meninggalkan Rukun Islam dapat diperinci sebagai berikut:

  1. Meninggalkan syahadatain (dua kalimat syahadat) , hukumnya kafir secara ijma’.
  2. Meninggalkan sholat hukumnya kafir menurut jumhur ulama atau ijma’
  3. Meninggalkan rukun yang lainnya (puasa, zakat dan haji) hukumnya tidak kafir menurut jumhur ulama.

Dalam hal ini, pembelajaran manajemen yang dapat dipetik adalah bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kepada kita untuk dapat mendiferensiasikan diri dengan institusi lain. Tidak bangga untuk hanya sekadar meniru mereka yang lebih ‘unggul’ dibanding institusi kita. Namun juga melakukan pembeda/diferensiasi. Nabi Muhammad saw. mencontohkan hal tersebut.

Baca Juga :  Rukun Islam Sebagai Penegak Bangunan Islam

Di dunia bisnis saat ini, tema diferensiasi menjadi faktor yang penting dalam bersaing. Trout dan Rifkin (2008) bahkan menyimpulkan bahwa diferensiasi adalah senjata untuk bersaing dan bertahan hidup untuk tetap dipilih oleh konsumen, dengan menyatakan “differentiate or die.

Wings Surya seringkali dapat dimunculkan sebagai contoh, bahwa aktivitas meniru disertai diferensiasi menjadikannya mampu bersaing dengan sukses melawan PT. Unilever Indonesia Tbk. Jepang, Korea, dan China, juga sukses sebagai negara yang melakukan aktivitas pembelajaran dari negara pesaing dengan memberikan pembeda, dan bukan sekadar meniru. Semuanya menggunakan ilmu yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu tentang 3N, Niteni (mengamati), Niroake (menirukan), Nambahi(menambahi) (rmol.com, diakses Februari 2017), bahwa belajar butuh pengamatan terhadap orang lain dan kesemuanya juga menjadi ajaran Islam.

Sholat adalah kegiatan yang rutin dilakukan, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ranah bagi kita untuk keluar dari kerutinan kita sehari-hari, artinya walaupun sholat itu rutin dilakukan tetapi terdapat perbedaan dan variasi yang dimunculkan oleh Tuhan. Contohnya dalam sholat berjama’ah, variasi jumlah roka’at dalam setiap macam sholat jama’ah berbeda-beda walaupun namanya sama-sama sholat. Selain itu, variasi dalam memilih dan menggunakan jenis surat baik surat pendek maupun panjang juga berbeda-beda.

Hal itu juga terjadi dalam organisasi, organisasi tidak selalu samadan bahkan harus berbeda dengan organisasi lainnya dan dapat melakukan pembedaan dan variasi sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut.

Intinya dalam kehidupan, variasi merupakan perbedaan dan hal yang wajar karena masing-masing memiliki kebutuhan yang berbeda. Bahkan hal tersebut dapat menjadi kunci dasar membangun wirausaha di industri kreatif.

Perintah sholat didapatkan melalui proses khusus

Perintah sholat didapatkan dari sebuah perjalanan fenomenal yaitu Isro’ Mi’roj. Tidak hanya diturunkan dengan memberikan wahyu melalui utusan Jibril, namun khusus untuk sholat, Nabi Muhammad saw. sendirilah yang dipanggil khusus untuk menerima perintah. Hal tersebut menunjukkan adanya amanat yang penting dari didirikannya sholat.

Sholat menentukan proses hisab

Hadits sahih menunjukkan bahwa sholat menentukan proses kehidupan manusia di dunia barunya seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi berikut ini.

Baca Juga :  Ketidakpahaman, Picu Paradigma Buruk tentang Islam

Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah sholatnya. Bila sholatnya baik, maka beruntunglah ia dan bilamana sholatnya rusak, maka sungguh kerugian menimpanya.”(HR.Tirmidzi)

Sholat lebih utama daripada ibadah lain

Semua aspek kehidupan seorang muslim adalah bentuk dari ibadah (QS. Adz Dzaariyaat: 56). Artinya semua aspek kehidupan, bila ditujukan untuk mendapat ridho Allah subhanahu wa ta’ala dan diawali dengan menyebut nama Tuhan-Nya, maka Insyaallah hal tersebut merupakan sebuah ibadah, termasuk dalam berbisnis. Dan dari sekian banyak ibadah yang dapat dilakukan oleh manusia dan jin, ibadah yang paling utama adalah sholat. Berikut adalah ayat yang menjelaskan tentang keutamaan ibadah sholat (QS. Al Ankabuut: 45).

… وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥

Artinya:   “Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabuut: 45)

Di sisi lain, Ketika sholat disandingkan dengan ibadah lain, maka senantiasa kata “sholat” disebut terlebih dahulu,  seperti yang dijelaskan oleh ayat Alqur’an QS. Al Baqarah: 3, 43, 110 dan QS. Al Anfaal: 3.

ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ٣

Artinya:   “(yaitu) mereka yang berimankepada yang ghaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 3)

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ٤٣

Artinya:   “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al Baqarah: 43)

Baca Juga :  Menjadi Muslim Negarawan: Sumbangsih Pemuda Islam dalam Kebangkitan Peradaban Islam pada Era Nation-State (1)

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَمَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرٖ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ١١٠

Artinya:   “Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Baqarah: 110)

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ٣

Artinya:   “(yaitu) Orang-orang yang mendirikan sholat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. Al Anfaal: 3)

Sholat tidak dapat digantikan

Sholat menjadi sebuah aktivitas ibadah yang tidak tergantikan dengan ibadah lainnya. Baik dalam bepergian maupun dalam keadaan perang sekalipun, sholat masih tetap harus dilakukan seperti yang disebutkan dalam QS. An Nisaa: 101.

وَإِذَا ضَرَبۡتُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَن تَقۡصُرُواْ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنۡ خِفۡتُمۡ أَن يَفۡتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْۚ إِنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ كَانُواْ لَكُمۡ عَدُوّٗا مُّبِينٗا ١٠١

Artinya:   “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. An Nisaa: 101)

Sholat adalah upaya pendekatan kepada Tuhan

Manusia tidak perlu membuat ritual sendiri, bagaimana cara mendekat pada Tuhan. Dalam agama Islam ritual mendekat pada Tuhan telah diajarkan dengan jelas, dan tidak mengada-adakan suatu aktivitas.

إِنَّنِيٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدۡنِي وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكۡرِيٓ ١٤

Artinya:   “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaahaa: 14)

Penulis: Dr. Gancar C. Premananto*

*Koordinator Program Studi Magister Manajemen FEB Universitas Airlangga Surabaya

 

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.