Orang Meninggal Tetap Dikenakan Zakat? Ini Penjelasannya

    80
    Orang Meninggal Tetap Dikenakan Zakat fitrah

    Suaramuslim.net – Zakat merupakan kewajiban kepada orang-orang yang sudah mengaku telah berIslam. Namun bagaimana dengan muslim yang sudah meninggal? Ternyata, ada beberapa hal yang membuat muslim tetap dikenakan zakat meskipun sudah meninggal.

    Nabi Muhammad shalallahi alaihi wa sallam bersabda, “Begitu seorang anak Adam wafat maka akan putus (berakhirlah) semua amal perbuatannya. Kecuali tiga hal saja yang akan terus berkelangsungan, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat (dan dimanfaatkan), dan anak saleh yang (selalu) mendoakan.”

    Terkait dengan hadist ini, beberapa pendapat yang membolehkan berinfak atas nama orang yang sudah meninggal, namun tidak dalam hal berzakat. Karena berdasarkan hadits di atas, mengeluarkan infak dan terutama zakat atas nama orang yang sudah wafat pada dasarnya tidak perlu.

    Meski demikian ada kondisi yang termasuk pengecualian yang membuat orang meninggal tetap harus membayar zakatnya.

    Zakat Fitrah dan Zakat Harta Bagi Orang Meninggal

    Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Kalau seseorang meninggal dunia sebelum terbenan matahari malam id, dia tidak diwajibkan zakat fitrah. Karena dia meninggal sebelum ada sebab kewajiban zakat.”

    Diansir dari santri.net, menyimpulkan dari perkataan Syekh Ibnu Utsaimin bahwa, mayit yang meninggal setelah mendapatkan waktu wajib (zakat fitrah) yaitu terbenam matahari sampai malam shalat id, maka dia harus mengeluarkan zakatnya. Jika dia meninggal sebelum mendapatkan waktu wajib, maka dia tidak wajib zakat.

    Misal, seseorang mengeluarkan sedekah dari makanan, uang atau lainnya dengan diniatkan untuk orang yang sudah meninggal harus memperhatikan waktu di atas. Jika orang yang meninggal tersebut berada pada keadaan waktu yang kedua, maka itu adalah sedekah untuk yang membayarkannya, dan tidak dihitung sebagai zakat bagi orang yang telah meninggal tersebut.

    Adapun dalam hal zakat harta, zakat harta hanya diwajibkan atas harta yang dimilki oleh seseorang saat masih hidup. Oleh karenanya, jika seseorang telah meninggal dunia serta sewaktu hidupnya telah membayar zakat atas harta yang dimilki, maka tidak ada lagi yang perlu dikeluarkan zakatnya, sebab kepemilikan seluruh hartanya beralih kepada ahli warisnya.

    Berbeda jika sewaktu hidupnya tidak membayar zakat atas harta yang dimilki, maka sebelum hartanya diwaris kepada ahli warisnya, terlebih dahulu harus ditunaikan zakatnya sesuai dengan jumlah harta yang wajib dizakati saat masih hidup. (muf/smn)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here