Pedestrian Malioboro Yogyakarta. Foto: jogjainside.com

Suaramuslim.net – Dalam pandangan seorang mukmin, hujan bukan sekadar peristiwa alam biasa namun ia sebuah rahmat dari Allah untuk kelangsungan kehidupan manusia. Bahkan dengan adanya hujan orang-orang yang beriman bisa meraup banyak pahala dengan melakukan berbagai amalan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad.

Melansir dari laman muslimah.or.id, melakukan amalan sunnah di saat hujan sebagai aplikasi mencintai apa yang pernah diteladankan Rasul mulia, bisa jadi amalan ini mudah dilakukan tetapi terkadang terasa asing di zaman ini karena sedikitnya orang yang melakukannya.

Membuka anggota tubuh agar terguyur hujan

Imam Muslim dalam Shahih-nya (hadis No. 898) membawakan hadis dari Anas bin Malik. Ia berkata:

Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah lalu Rasulullah menyingkap bajunya hingga terguyur hujan. Kemudian kami mengatakan, “Wahai Rasulullah mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah bersabda, “Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.”

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (3/464) mengatakan; “Dalam hadis ini terdapat dalil bagi ulama mazhab kami (Syafi’iyyah) tentang dianjurkannya menyingkap sebagian badan (selain aurat) pada awal turunnya hujan, agar terguyur air hujan tersebut. Dan mereka juga berdalil dari hadis ini bahwa seseorang yang tidak memiliki keutamaan, apabila melihat orang yang berilmu melakukan sesuatu yang tidak ia ketahui, hendaknya ia menanyakan untuk diajari lalu ia mengamalkan dan mengajarkan pada orang lain.”

Abdul Aziz bin Baz berkata: “Hadis ini menunjukkan atas disunnahkannya seseorang untuk menyingkap tubuhnya, seperti lengan atau kepalanya sehingga terkena guyuran hujan, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Nabi. Karenanya, disyariatkan bagi seorang muslim untuk membuka, misalnya, kopiah atau ujung selendang dari pundaknya atau dari lengan tangannya sehingga terguyur hujan, atau anggota badan lainnya yang boleh disingkap di hadapan orang lain seperti telapak kaki, betis, kepala, tangan dan lainnya.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 13/64).

Seorang muslimah pun bisa melakukan amalan ini dengan tetap menjaga auratnya atau melakukannya di tempat yang aman dari jangkauan laki-laki yang bukan mahram.

Perbanyak doa

Sunnah yang berbarakah yang perlu disosialisasikan saat hujan ialah memperbanyak doa kebaikan kepada Allah.

Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat.” (Al-Bukhari, disebutkan dalam al-Fath: 518).

Biasakan juga berdoa di saat hujan deras dengan ketulusan hati karena waktu itu termasuk saat mustajab.

Semangat mengamalkan sunnah

Sebagai seorang mukmin yang berupaya mencontoh Nabi, tentu kita bersemangat untuk mengamalkan sunnah ini, meski hanya sekali sebagai pengagungan padanya.

Ketika kita melakukannya dengan niat menghidupkan sunnah yang ditinggalkan mayoritas manusia insyaallah menjadikan kita terbiasa mengikuti sunnah dan atsar, sehingga akan merasa bahagia karena melakukan amal saleh.

Dalam Majmu’ Al-Fatawa (2/177), Syaikh Ibnu Baz mengatakan, “Mengikuti sunnah mendatangkan kebaikan dan barakah serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.”

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.