4. Ibunda Nabi Musa AS

Atas perintah Allah SWT, bayi Musa dimasukkan ke dalam peti dan dihanyutkan di sungai Nil oleh ibunya agar terhindar dari pembunuhan yang diperintahkan oleh Fir’aun. Allah SWT menjanjikan bahwa Yukabad, ibu Ibrahim akan bertemu kembali dengan anaknya itu.

Bukanlah hal yang mudah untuk memulai perpisahannya dengan Musa. Atas kesabaran dan keyakinannya yang tinggi akhirnya Allah mempertemukan ia dan putranya kembali. Isteri Raja Fir’aun menghalangi saat ia akan membunuh bayi Musa yang ditemukannya di sungai ketika mandi, dengan alasan karena selama ini belum diberikan keturunan.

Akhirnya bayi itu mereka angkat sebagai anak, Fir’aun lalu memberi nama Musa. Padahal saat itu sedang ada kebijakan pembunuhan bayi laki-laki karena diperkirakan akan mengancam kekuasaannya. Begitulah janji Allah SWT, sehingga ibu susu yang terpilih adalah ibunya sendiri, Yukabad. Seperti yang termaktub dalam Al Quran surah Al Qasas: 7-13.

5. Ibunda Nabi Isa AS

Salah satu perempuan panutan yang namanya diabadikan Allah dalam Al Quran adalah Maryam. Nama ini sering digabungkan dengan nama Nabi Isa AS. Isa bin Maryam. Atau Isa Putra Maryam. Nama Maryam disebutkan sebanyak 34 kali, tersebar di 12 surah. Bahkan salah satu surah Al Quran bernama Maryam.

Baca Juga :  Ada yang Akan Hadir, dan Kitalah Madrasah Peradaban

Maryam berasal dari keluarga Imran (laki-laki yang diberikan Allah himah). Setelah ayahnya meninggal, ia diasuh oleh Nabi Zakaria. Ketika ia berada disebuah mihrab, Maryam didatangi oleh seorang malaikat yang menyampaikan bahwa ia dipilih oleh Allah untuk mengandung seorang putra yang kelak menjadi nabi.

Maryam terkejut mendengar pesan ini karena ia belum pernah disentuh laki-laki. Ia khawatir akan dicemoohkan orang jika ternyata ia hamil. Ketika kandungannya semakin besar, ia menghindar dari keramaian, dan pulang ke kampung halamannya, Nasaret. Akhirnya ia melahirkan bayi laki-laki yang bernama Isa AS, tanpa suami. (Kisah ini diabadikan dalam Al Quran surah Al Imran: 45-48;59, surah Maryam: 19-35, surah Al Anbiya’: 91, dan surah At Tahrim: 12)

Pemeliharaan atas kehormatan dirinya, penjagaan atas ketauhidannya, menjadikannya mendapatkan amanah suci berupa putra pilihan yang dijadikan teladan bagi umat manusia.

Banyak kisah dari para ibu manusia pilihan Allah SWT lainnya yang memberikan inspirasi buat para muslimah. Lima di atas semoga dapat menjadikan pelajaran bagi kita sebagai muslimah atas nilai kehormatan, ketauhidan, keberanian dan kesabaran yang mulai bergeser dari nilai seharusnya, terutama sebagai ibu.

Baca Juga :  Sejarah Al Quran, Cara Diturunkan, dan Pembagiannya

Penulis: Ratna Yuliati, S. Psi*

*Daiyah di Rutan Perempuan Klas IIa Surabaya

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.