Pasti Ada Solusi untuk Masalah Freeport

Penulis: Lutfi Sarif Hidayat*
Editor: Muhammad Nashir

Suaramuslim.net – Isu freeport kembali mencuat. Ramai diperbincangkan dalam berbagai media. Menjadi ajang perdebatan dalam media sosial. Hingga masuk dalam ruang diskusi publik oleh berbagai kalangan.

Dengan itu, saya hanya akan melihat dalam kacamata orang awam saja terhadap persoalan ini. Biarlah urusan divestasi saham freeport, perpanjangan kontrak dan hal-hal lainnya diurus mereka yang berkompetensi.

Masyarakat sebenarnya sangat bingung dengan pembahasan ini. Terlebih ketika sudah berbicara persoalan-persoalan teknis baik secara politik, ekonomi maupun hukum. Yang masyarakat akan baca adalah sikap dan ucapan dari para elit, termasuk di dalamnya ada pemerintah, lebih khusus Presiden Jokowi berikut pendukungnya.

Rakyat pun pastinya akan melihat juga sikap dan ucapan dari para elit yang masuk dalam oposisi. Apa yang masyarakat lihat dari mereka semua baik pemerintah ataupun oposisi adalah sikap ego sektoral saling mementingkan pihaknya. Kebetulan ini tahun politik, maka jangan salah ketika dinilai keduanya sama-sama memainkan isu ini dalam framing politik.

Memang benar persoalan freeport ini sangatlah kompleks dan rumit. Sehingga kadangkala muncul pertanyaan benarkah freeport selalu bikin repot? Saya katakan dengan kacamata orang awam begini. Namanya mengurusi tambang berupa emas paling dahsyat, unik dan rumit sedunia pasti akan sangat repot.

Baca Juga :  Tukang Gigi Se-Indonesia Tolak RUU KUHP

Sudah barang tentu siapapun presidennya pasti akan repot. Siapapun menteri serta pejabat lainnya, pasti akan repot. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana dengan hasil kerepotan itu, apakah menguntungkan bagi masyarakat atau tidak? Itulah esensi utamanya sebenarnya.

Jika berbicara repot tidak repot, apalagi dibahas dari mulai penyebabnya, siapa, bagaimana dan seterusnya sehingga bisa terjadi hingga saat ini. Habis sudah energi untuk membahas itu. Lagi-lagi masyarakat hanya akan dipertontonkan percakapan dua pihak, pemerintah dan oposisi. Bosan kita!!! Lalu solusinya apa?

Jika di tanya tentang solusinya apa. Maka saya akan katakan bahwa yang pertama dan paling utama adalah bersikap dan berucap dulu dengan benar. Bersikap dan berucap dengan benar ialah menyikapi persoalan ini secara proporsional sesuai posisi dan kapasitas kita. Bagi saya,

  1. Pemerintah, termasuk semua pendukungnya baik partai politik, media, elite dan lainnya. Jangan membuat narasi jika semua ini karena Presidennya Jokowi semata. Seolah-oleh ada kesimpulan dari rakyat, jika bukan Jokowi mana mungkin divestasi berhasil. Janganlah.

    Sebab semua tahu. Masa-masa ini memang momennya. Sehingga kebetulan karena memang Jokowi presidennya, dia yang terkesan tokoh sentralnya. Hilangkan kesan adanya muatan-muatan politik dalam urusan ini.

  2. Buat oposisi khususnya, Anda memang wajar akan mengkritik dan menyalahkan langkah pemerintah. Terlepas dari apakah memang pemerintah salah atau benar. Sebab itu memang posisi Anda. Saya hanya mendorong, Anda akumulasikan potensi-potensi negeri ini, dari semua kalangan.

    Bentuk sebuah kekuatan penyelamatan negeri dalam konteks freeport. Ajak semua pihak, tokoh, ekonom, pakar, ahli termasuk pemerintah dan lainnya bahkan ormas-ormas. Tidak harus semacam forum. Akan tetapi ada akumulasi potensi negeri dengan satu maksud membuat gagasan secara nyata agar tambang di papua ini kembali ke pangkuan tuannya. Detail dan solutif.

  3. Untuk PT. Freeport, Anda harus sadar bahwa persoalan ini bukan semata-mata dipandang dalam perspektif bisnis. Lebih jauh lagi ini berkaitan dengan kedaulatan dalam sebuah negeri yang menyangkut hak-hak masyarakat.

    Anda juga harus transparan kepada rakyat Indonesia. Berapa yang sudah Anda nikmati, berapa yang sudah diterima negeri ini dari awal hingga detik ini. Dan semua hal, ungkap secara transparan. Juga sampaikan jika memang ada oknum-oknum elite yang ‘brengsek’ dan ‘kurang ajar’.

  4. Pemerintah maupun oposisi termasuk semua masyarakat fokus pada substansi utama. Yaitu kembalinya kedaulatan dan kontrol penuh tambang di timika ini kepada kepentingan negeri. Hilangkan narasi-narasi politik. Buang jauh-jauh.

    Selain itu buat semua pihak jangan pernah menolak berdialog dan berdiskusi. Pun jangan pernah menolak gagasan atau tawaran solusi. Utamanya menyangkut masalah freeport ini. Karena saya pribadi pastinya mempunyai tawaran solusi dalam kasus freeport ini. So, mari berdiskusi untuk beragumentasi tentang tawaran solusi. Kemudian diterapkan bersama-sama tanpa basa-basi.

*Direktur Civilization Analysis Forum (CAF)
*Ditulis pada hari Rabu, 18 Juli 2018
*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.