Pekerjaan Duo Habibie

Pekerjaan Duo Habibie

Pekerjaan anak-anak BJ Habibie
Almarhum BJ Habibie semasa hidup bersama anak, cucu dan menantu. (Foto: wiken.grid.id)

Suaramuslim.net – Prof. BJ Habibie sudah berlalu dari pandangan kita. CNN Indonesia pada jumat malam memberitakan keluarga Habibie mengadakan tahlilan selama 40 hari ke depan. Tampak di layar kaca Ilham Habibie khusyu’ membaca doa.

Ilham anak pertama BJ Habibie dan Hasri Ainun besari. Ia lahir di Jerman. Riwayat pendidikan Ilham sama dengan ayahandanya. Bedanya Ilham selain menyabet gelar doktor, ia mendapat predikat “summa cumlaude”.

Sebagian orang pasti bertanya, “Mas ilham kerja apa sih?”. Ilham tercatat pernah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di IPTN. Dalam majalah Gatra edisi 28 Juni 1996 dan edisi 8 Juli 1996, ia langsung mendapat pangkat Pembina Utama Muda-IV/c, bukan pangkat III/a. Di IPTN, Ilham menjabat Wakil Kepala Program N-2130. Pangkat istimewa yang diperolehnya memicu nada keberatan dalam arti mempertanyakan keabsahannya.

Rubrik majalah Gatra berjudul “Harapan setelah Perampingan” (7 April 1997) menyebut, sejak 1 April 1997, jabatan baru Ilham Habibie adalah Direktur Fixed Wing, yaitu bagian yang mengembangkan pesawat bersayap tetap, seperti CN-235, N-250, dan N- 2130. Akan tetapi pada Juni 2001, setelah Ilham mengabdi di PT Dirgantara Indonesia (dulu IPTN) selama tujuh tahun, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Komersial PT Dirgantara Indonesia.

Riwayat pekerjaan Ilham tak berhenti begitu saja. Menurut majalah Tempo edisi 28 April 2019, Ilham Habibie dan SSG perusahaan investasi asal Hongkong mendirikan Al Falah investment berdasarkan hukum Singapura. Konsorsium itu membeli 50,3 persen saham Bank Muamalat, bank syariah pertama di Indonesia. Di PT Bank Muamalat Indonesia, bukan sekadar beli saham, tetapi Ilham ingin membereskan persoalan di sana.

Lalu bagaimana dengan riwayat pekerjaan Thareq Kemal Habibie? Pria yang memakai penutup mata seperti Nick Fury dalam sekuel film Avengers ini tidak setenar Ilham. Thareq menempuh kuliah di jurusan teknik sipil, Technical University of Braunschweig, Jerman.

Jika Ilham diangkat menjadi PNS, maka Thareq memilih jalan sebagai wirausahawan. Saat Orde Baru tercatat menggandeng Nokia ikut tender PCS (Personal Communication System). Kala itu, Thareq juga menjabat wakil direktur di PT Prodin (Produksi Indonesia). Mengutip pewartaan Majalah Gatra edisi 18 Agustus 1996, posisi itu, katanya, didapatnya bukan dari ayahnya, B.J. Habibie, melainkan dari Direktur Utama Prodin, Adi Sugandhi. Lewat lembaga yang bergerak di bidang promosi itu pula Thareq akhirnya terpilih menjadi Ketua Pelaksana Indonesia Air Show 96, salah satu pameran dirgantara yang sukses.

Riwayat pekerjaan Thareq muncul dalam pemberitaan majalah Tempo edisi 11 Agustus 2003, Thareq mengendalikan Repindo, sebuah biro engineering. Untuk mengurus kliennya yang tersebar di berbagai negara, ia mesti keliling dunia.

Laman moneysmart.id (13 September 2019) menyebut, ayah 3 anak ini juga duduk sebagai salah satu chairman di PT Ilthabi Rekatama. PT Ilthabi adalah perusahaan keluarga yang dipimpin oleh anak-anak BJ Habibie. Kemudian bersama Suyatim Abdurrahman, Prof. Muladi dan Prof. Malik Fadjar, Thareq duduk sebagai dewan pembina di The Habibie center.

Akhir kata, riwayat pekerjaan duo Habibie yang saya tulis disini masih kurang lengkap. Misalnya saya mendengar rumor salah satu anak Habibie dan Pollux Properti Indonesia sedang menggarap proyek prestisius di Batam, kepulauan Riau. Apapun proyek itu, semoga tak membawa mudharat seperti proyek Reklamasi di DKI Jakarta. Wallahua’llam.*

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment