Pengamat: Konsep Debat Pilpres Tahun Ini Mundur

Pengamat: Konsep Debat Pilpres Tahun Ini Mundur

Pengamat: Debat Masih Kaku, Hanya Retorika Normatif
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago (Foto: Voxpol Center)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai debat pilpres yang dirancang KPU mengalami kemunduran. Menurut Pangi hal ini tergambar dari peraturan debat yang terlihat hanya sebagai formalitas.

“Kalau pertanyaan debat sudah jelas dan ada bocorannya, kemudian jawabannya juga sudah disiapkan dengan matang dan sempurna sesuai pertanyaan, lalu pertanyaan sederhana untuk apa lagi gunanya debat (pilpres)?” Kata Pangi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suaramuslimdotnet, Rabu (09/10).

“Ini yang barangkali menjadikan debat kita mundur ke belakang, ngak terjadi proses dialektika tesis-anti tesis dan sintesis, karena sudah didesain, ada penulis skenario, sutradara, aktor sudah dikondisikan, jadilah debat cita rasa film sinetron, karena jalan pikirannya dan jalan cerita sudah bisa ditebak ujungnya, sekadar formalitas dan tidak ada kejutan lagi,” tambah Pangi yang juga direktur Voxpol Center ini.

Lebih lanjut Pangi mengatakan, pola model debat yang dirancang KPU ini perlu dievaluasi agar tidak terjebak pada formalitas, seperti pengaturan tepuk tangan tim sukses yang hadir.

“Harusnya seperti debat di negara maju, biar saja mereka berdebat di ring lepas sesama capres cawapres, kita nggak butuh degalan tepuk tangan paling banyak dari tim sukses kok,” tegasnya.

Agar acara debat pilpres menjadi berkualitas, menurut Pangi KPU harus dapat memastikan moderator dan panelis debat yang tidak partisan.

“Jangan terjadi lagi pasca debat pilpres baik panelis dan moderator jadi komisaris atau direksi (perusahaan),” katanya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment