Penilaian Kinerja Organisasi

12
managemen sholat jamaah - organisasi - pemilihan lokasi

Suaramuslim.net – Islam mengajarkan ketelitian dalam perhitungan kinerja untuk mengukur produktivitas pelakunya. Hadits berikut diantaranya menggambarkan ketelitian perhitungan KPI.

“Barangsiapa yang pergi menuju masjid untuk shalat berjama’ah, maka satu langkah akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis sebagai satu kebajikan untuknya, baik ketika pergi maupun pulangnya.” (HR. Ahmad)

-Advertisement-

Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Penilaian kinerja menjadi sesuatu yang harus dibentuk oleh perusahaan, terutama untuk melihat efektivitas program yang dilaksanakan.

Pada bagian ‘Persaingan dalam Organisasi; disampaikan adanya KPI yang objektif terukur dengan posisi presensi kehadiran dan posisi di barisan. Namun, perusahaan juga seringkali membuat penilaian yang bersifat subjektif dari pimpinan atau rekan sekerja.

Kasus Enron yang bangkrut, menunjukkan bahwa salah satu permasalahan adalah adanya penilaian kinerja yang kurang baik (Weiss, 2009). Penilaian oleh sesama karyawan, malah menjadikan penilaian yang saling menjatuhkan, mengingat karyawan posisi terendah akan dikeluarkan. Penilaian subjektif yang dilakukan malah menjadikan timbulnya rasa saling ketidakpercayaan antaranggota.

Ajaran sholat jama’ah memberikan sinyal, bahwa penilaian dari berbagai sisi memang harus dilakukan. Masing-masing anggota (individu maupun institusi) dapat melakukan evaluasi sendiri atas kinerjanya (self evaluation), namun pengawasan dari pimpinan langsung menjadi sebuah keharusan untuk menilai kinerja bawahannya. Hal ini setidaknya tersirat dari hadits berikut,

Hadist riwayat dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Suatu hari Rasulullah saw. mengimami sholat kami. Usai sholat beliau bersabda: ‘Hai fulan, mengapa engkau tidak membaguskan sholatmu? Tidakkah orang yang sholat merenungkan bagaimana sholatnya? Sesungguhnya ia sholat untuk dirinya sendiri. Demi Allah subhanahu wa ta’ala, sungguh aku dapat melihat belakangku, sebagaimana aku melihat depanku’”. (HR. Muslim)

Nabi saw. bersabda: ‘Sempurnakanlah ruku’ dan sujud, demi Allah subhanahu wa ta’ala, sesungguhnya aku dapat melihat engkau di belakangku (kemungkinan bersabda: yang di belakang punggungku) saat engkau ruku’ atau sujud’”. (HR. Muslim)

Penulis: Dr. Gancar C. Premananto*

*Koordinator Program Studi Magister Manajemen FEB Universitas Airlangga Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here