Priyo Budi Santoso Akan jadi Sekjend Partai Berkarya

Priyo Budi Santoso Akan jadi Sekjend Partai Berkarya

Priyo Budi Santoso Akan jadi Sekjend Partai Berkarya
Ketua DPP Berkarya Badaruddin Andi Picunang di acara pemaparan survei Charta Politika (Foto: Suaramuslim.net/Ali Hasibuan)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Politisi partai Golkar Priyo Budi Santoso dikabarkan akan menjadi Sekretaris Jenderal Partai Berkarya pimpinan Tomy Soeharto yang merupakan mantan anak presiden ke-2 Soeharto.

Hal Ini disampaikan oleh ketua DPP Berkarya Badaruddin Andi Picunang dalam acara pemaparan hasil survei yang dilakukan oleh Charta Politika di Jakarta.

“Sekilas Info saja, Sekjend Partai Berkarya nantinya akan berasal dari daerah Jawa Timur.” Ujarnya pada Rabu (21/3) ketika menghadiri acara pemaparan survei elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur Charta Politika di Hotel Century Park, Jakarta.

Awalnya Badaruddin Andi Picunang yang juga merupakan mantan politisi Golkar itu enggan membeberkan nama sosok yang dikabarkan akan menjadi Sekjend Partai Berkarya tersebut, namun tidak beberapa lama kemudian Badaruddin kembali angkat suara bahwa yang menjadi Sekjend adalah Sekretaris Dewan Kehormatan Golkar Priyo Budi Santoso.

“Dari Jawa Timur, pak Priyo Budi Santoso,” tambahnya kepada para wartawan.

Menurutnya, ajakan Priyo Budi Santoso sebagai Sekjend berasal dari ketua umum Partai Berkarya sendiri yaitu Tomy Soehato sendiri.

“Ia pak Tomy yang ngajak beliau untuk bergabung, ungkapnya menanggapi pertanyaan dari para wartawan.

Dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar, mantan Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar Priyo Budi Santoso berencana maju sebagai kandidat calon kandidat Ketua Umum melawan Airlangga Hartanto. Bahkan dia mengkalim telah mendapatkan dukungan dari sejumlah DPD, namun ia enggan untuk membeberkan berapa jumlah dukungan yang ia dapatkan.

Priyo Budi Santoso juga orang yang mengkritik keputusan rapat pleno DPP Partai Golkar pada Rabu (13/12) malam, yang memutuskan Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar secara aklamasi. Ia menilai keputusan itu justru berpotensi membuat Airlangga tidak punya legitimasi yang kuat sebagai ketua.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment