PSI Tolak Perda Syariah dan Larang Poligami, Kader Rame-Rame Mengundurkan Diri
Ketua Umum PSI Grace Natalie (Foto: Ist)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Kebijakan DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin memperjuangkan pelarangan poligami di Indonesia berakhir pada mundurnya beberapa orang kader dan caleg PSI di beberapa daerah. Seperti yang dilakukan oleh ketua DPD PSI Kota Cirebon Yuki Eka Bastian yang juga caleg DPRD daerah pemilihan III.

“Saya mengundurkan diri sebagai ketua DPD PSI Kota Cirebon dan Caleg DPRD Dapil 3 karena diberlakukannya anti poligami oleh PSI,” terang Yuki seperti yang dikutip dari RMOL Jabar, Senin (17/12).

Menurut Yuki, kebijakan larangan poligami yang disampikan oleh ketua umum PSI Grace Natalie dalam festival 11 Surabaya itu bertentangan dengan ajaran Islam dan telah diatur dalam negara.

“Poligami itu dalam Islam itu ada dan sudah diatur, pun dalam aturan negara. Terlalu riskan kalau harus mengubah undang-undang tersebut, karena mayoritas masyarakat beragama Islam,” ucap yuki lagi.

Jika Yuki mengundurkan diri karena larangan poligami, lain pula yang dilakukan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gowa, Muhammad Ridwan. Ridwan juga memutuskan mengundurkan diri dari posisinya lantaran dirinya secara pribadi tidak sepaham dan sesuai dengan kebijakan partai yang menolak perda Syariah dan Injil.

Baca Juga :  Setelah Menolak Perda Agama, Kini PSI Tolak Praktik Poligami

“Salah satunya itu (kebijakan partai). Termasuk pernyataan yang selama ini, soal kebijakan Perda syariah,” ujar Ridwan seperti dikutip dari Sindonews Makassar, Senin (17/12).

Menurut Ridwan, statement yang dilontarkan ketua umum PSI itu sangat berdampak terhadap kehidupan pribadinya. Terutama, dalam lingkungan keluarga.

“Saya kan rasa itu di daerah saya. Artinya kan, di setiap daerah itu masing-masing punya kultur yang berbeda-beda, baik dalam pemahaman agamanya, dan lainnya. Termasuk dari keluarga juga mempertanyakan, kenapa PSI begitu?” Kata Ridwan.

Statement yang dimaksud Ridwan, adalah pernyataan yang disampaikan oleh Grace Natalie dalam HUT ke-4 PSI di Tangerang. Menurut Grace, PSI tidak akan pernah mendukung perda syariah dan injil.

Ridwan sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai ketua dan kader PSI Gowa, Ridwan sudah menyampaikan surat berbentuk soft copy kepada pengurus PSI Sulsel.

Pengunduran diri para kader dan caleg PSI setelah isu penolakan perda syariah dan poligami juga terjadi di Bone, Sulawesi Selatan. Caleg bernama Nadir Amir. Caleg Bone, mengancam mundur.

Baca Juga :  Ekonomi Syariah, Agar Hidup Lebih Berkah

Menurut Nadir, kebijakan PSI yang melarang poligami sudah terlalu jauh mencampuri urusan pribadi orang.

“Betul. Sesuai kata ketua umum sis Grace Natalie. Katanya tidak sejalan. Itu seleksi ideologi katanya. Tapi bukan berarti saya mau poligami. Tidak. Menurut saya bukan urusan kita mengatur hak pribadi orang,” ucap Nadir, Sabtu (15/12).

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.