Suaramuslim.net – Wedang Cemue, minuman Khas Ngawi ini sekelompok dengan sajian minuman tradisional lainnya seperti Wedang Ronde, Band rek, angsle, sekoteng dan Bajigur.

Seingat saya waktu kecil, banyak sekali Abang penjual minuman menjajakan minuman tradisional di malam hari. Tapi sekarang hampir tak pernah saya temui lagi sejak Indonesia diserbu makanan dan minuman modern bahkan beberapa sudah tergeser produk dari Luar Negeri. Semoga anggapan saya salah dan masih banyak penjual minuman tradisional di daerah Anda.

-Advertisement-

Untuk menghidupkan kembali resep tradisional, saya ajak Anda untuk menyeruput Wedang Cemue. Wedang cemue terbuat dari santan, gula pasir, kacang tanah, roti tawar, dan juga jahe. Perpaduan rasa yang dihasilkan minuman ini adalah gurih yang berasal dari santan, manis dari gula pasir, hangat dan pedas dari jahe, kriuk-kriuk dari kacang tanah dan juga empuknya roti tawar.

Sudah bisa membayangkan gimana uniknya rasa wedang cemue ini?

Resep Wedang Cemue

Bahan-bahan

100 gram kacang tanah goreng

5 lembar roti tawar

1 liter santan encer dari 1 butir kelapa

Baca Juga :  Variasi Olahan Lontong dari Berbagai Daerah di Indonesia

200 gram gula pasir

2 sdm air parutan jahe

 Cara membuat
  1. Rebus santan dan gula hingga mendidih dan keluar aroma.Masukkan air parutan jahe, aduk rata.
  2. Siapkan gelas/mangkuk saji, isi dengan potongan roti tawar dan kacang goreng.
  3. Lalu hidangkan cemue dengan disiram santan jahe hangat.

Wedang cemue paling pas disajikan malam hari untuk menghangatkan tubuh disaat udara dingin malam datang. Apalagi minumnya ditemani dengan gorengan hangat yang semakin menambah kehangatan. Wedang cemue sekarang ini tidak hanya bisa ditemui di Ngawi saja, tetapi beberapa daerah lain di Jawa Timur sebelah barat seperti Magetan.

Jadi yang kebetulan sedang jalan-jalan ke daerah tersebut, jangan sampai terlewatkan untuk mencicipi minuman yang sangat unik ini. Tapi bila Anda malas ke sana, Anda dapat membuat cemue ini sendiri di rumah dan disajikan untuk keluarga tercinta. Silahkan mencoba!

Kontributor: Ummu Naura
Editor: Oki Aryono

*Tim Media Komunitas Bunda 1011

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.