JAKARTA (Suaramuslim.net) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pembukaan Kongres XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Kongres XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dengan menjelaskan bahwa bangsa sedang dalam proses berhijrah.
      
“Hijrah dari pesimisme ke optimisme, hijrah dari individualisme menuju ke kerja sama berkolaborasi, hijrah dari kemarahan-kemarahan. Ini yang sering marah-marah, menuju kepada kesabaran-kesabaran. Hijrah, kita semua ingin hijrah juga, dari ketimpangan-ketimpangan menuju ke keadilan sosial. Saya kira ini harapan kita semuanya,” kata Presiden dalam sambutannya saat peresmian acara itu di Istana Negara, Jakarta, seperti yang dilansir Kantor Berita Antara, Sabtu (22/12).
      
Menurut Presiden, untuk mempercepat proses hijrah, Indonesia membutuhkan manusia unggul, cerdas, inovatif, dan cinta tanah air.
      
Presiden menambahkan, IPNU dan IPPNU berperan penting menyiapkan kader menghadapi perubahan global karena revolusi industri.
      
Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta masyarakat bijak menghadapi perubahan-perubahan sehingga dapat lebih banyak mengambil maslahat atau manfaat positif, ketimbang hal-hal negatif.
      
“Jangan sampai pelajar-pelajar NU malah terjebak menjadi ahli hoax,” ujar Presiden pada kongres yang mengangkat tema “Pelajar Bermartabat NKRI Hebat” itu.

Dia meminta para pelajar NU dapat menjadi ahli-ahli robotik, mengerti masalah yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, internet of things, serta block chain, crypto currency, maupun teknologi virtual reality.
      
“Selamat menjalankan kongres kepada saudara semuanya. Dengan mengucap Bismillahirahmanirohim, saya resmi membuka Kongres Ke XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Kongres Ke XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama,” ujar Jokowi mengakhiri sambutannya.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.