Dialah Sahabat Nabi yang Bergelar Dzun Nurain

Sahabat Utsman bin Affan Bergelar Dzun Nurain

Suaramuslim.net – Di antara seluruh manusia sejak Nabi Adam ‘alaihis salam hingga hari kiamat nanti, hanya Utsman bin Affan yang bergelar dzun nurain. Apa arti dzun nurain dan mengapa Utsman bin Affan digelari dzun nurain? Berikut ulasannya.

Dzun nurain artinya adalah pemilik dua cahaya. “Sebab tidak ada seorang pun yang menurunkan kelambu (menikahi) dua putri Nabi selain Utsman bin Affan,” terang Husain Al Ja’fari  dan Al Mahlab bin Abi Shafrah, seorang tabi’in yang pernah menjadi panglima pasukan perang ke India.

-Advertisement-

Namun, dari Abbas Al Aqqad yang dikutip oleh Prof. Dr Ali Muhammad Ash Shalabi dalam Biografi Utsman bin Affan, menyebutkan bahwa Utsman bin Affan digelari dzun nurain karena banyak membaca Al Qur’an di dalam shalat malamnya. Al Qur’an dan shalat malam adalah dua cahaya bagi setiap umat Islam.

Utsman bin Affan Sahabat yang Dermawan

Tak hanya bergelar dzun nurain, Utsman bin Affan juga bergelar sahabat yang amat dermawan.  Utsman bin Affan berasal dari kalangan bangsawan Suku Quraisy, kaya raya dan pengusaha yang sukses. Ia termasuk kelompok sahabat yang pertama-tama memeluk Islam. Ia juga terkenal karena kedermawanannya.

Baca Juga :  Al Quran di Masa Abu Bakar Ash Shiddiq

Pada saat itu, beberapa lama setelah kaum muslimin hijrah ke Madinah, mereka mengalami kesulitan air. Kemudian, Nabi Muhammad  memotivasi para sahabatnya, siapa yang dapat membeli sumur milik si Yahudi (sumur ruma), kemudian mendermakannya untuk kaum muslimin. Imbalannya adalah sebuah rumah di surga. Utsman bin Affan yang pertama maju. Dia mendekati si Yahudi, mencoba membeli sumur. Awalnya Yahudi itu menolak tawaran Utsman. Kemudian Utsman menawarkan membeli setengahnya. Satu hari menjadi milik Utsman, dan hari berikutnya menjadi miliki si Yahudi. Utsman bin Affan memberikan air sumur tersebut secara gratis kepada masyarakat di hari milik Utsman. Besonya si Yahudi pun tidak mendapatkan pembeli karena sudah mendapatkan air di hari sebelumnya. Hingga hari ini, air sumur tersebut masih digunakan.

Pernah terjadi kemarau panjang di masa kekhalifahan Umar bin al-Khattab. Satu tahun penuh tak juga turun hujan. Tanaman layu dan mati. Masyarakat ditimpa bencana kelaparan. Lalu datang sebuah kafilah dengan 1.000 onta yang sarat dengan biji-bijian dan perlengkapan. Barang-brang kebutuhan itu baru saja tiba dari Suriah. Semuanya adalah milik Utsman bin Affan.

Baca Juga :  Politik dalam Pandangan Islam

Tak hanya itu, Utsman juga pernah menginfakkan harta 1000 dinar untuk membiayai pasukan di masa-masa sulit (jaisyul usrah). Jika satu dinar sama dengan 2,3 juta. Maka satu kali infak tersebut, Utsman mengeluarkan uang  sekitar 2,3 Miliar jika dikurskan hari ini. Padahal uang di zaman itu punya nilai jauh lebih tinggi dibanding sekarang.

Begitu banyak kedermawanan Utsman bin Affan bagi umat Islam kala itu, hingga Utsman bin Affan menjadi sahabat yang juga akan menemani Rasulullah di surga kelak.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

-Advertisement-