Kericuhan di Papua, MUI Imbau Aparat Bekerja Profesional
Sekjen Majelis Ulama Indonesia Buya Anwar Abbas (Foto: istimewa)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Puasa seharusnya bisa mengendalikan hawa nafsu untuk dan ingin berkuasa sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan. Baik ditetapkan oleh agama, undang-undang serta ketentuan yang ada. Hal ini disampaikan oleh Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas dalam rilis medianya, Jumat (3/5).

Anwar Abbas menyampaikan, secara tidak langsung Ramadhan mengingatkan kita semua agar tunduk dan patuh kepada aturan.

“Selain itu, kita juga harus menghormati apa yang sudah menjadi kesepakatan atau kalimatun sawa’ yaitu jurdil atau jujur dan adil.” Katanya.

“Karena dengan itulah hidup ini akan bisa berlangsung dengan aman tentram dan damai. Siapa pun dia, pasti akan menghormatinya dan dia pasti akan siap menerima hasil dari sebuah pemilihan yang jurdil dengan ikhlas dan legowo,” tambahnya.

“Semua pihak, siapa pun dan terutama mereka-mereka yang terlibat dengan kegiatan dan kepentingan politik agar berlaku jurdil,” kata Anwar.

“Karena hal itulah yang akan bisa membawa negeri ini ke dalam perubahan yang kita inginkan dan harapkan,” tandasnya.

Baca Juga :  7 Pembatal Puasa

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here