Beginilah Sinergi Si Kaya dan Si Papa

Suaramuslim.net – Dewasa ini telah banyak kita jumpai orang-orang berharta yang menyadari akan fungsi harta yang dimilikinya. Bahwasannya dari harta yang mereka miliki ada sebagian hak orang lain yang harus mereka keluarkan. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin menjamurnya lembaga pengelola zakat, infaq dan shadaqah yang setiap tahun selalu mengalami kenaikan jumlah donatur.

Namun anehnya masih banyak pula kita jumpai para pengemis dan rakyat papa di negeri ini. Bahkan ada cerita dari ibu kota tentang seorang ibu yang terpaksa menyembelih seekor kucing untuk sekedar mengganjal perut.

Para pengemis pun masih banyak yang berkeliaran, terutama di masjid-masjid besar ketika hari jum’at. Baik pengemis karena terpaksa maupun pengemis yang dengan sengaja memilih hal itu sebagai profesinya. Mereka memanfaatkan ’kemurahan’ orang-orang berharta untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah ke kantong pribadinya.

Memang tak ada salahnya memberi untuk rakyat papa, namun bila hal ini terus menerus dibiarkan hanya akan menimbulkan sinergi yang melemahkan. Bahkan dapat membuat ketergantuangan orang lain untuk terus meminta, sehingga mereka lebih menyukai profesi peminta dari pada pekerja.

Sinergi yang tercipta antara si kaya dan si papa seharusnya adalah sinergi yang saling menguatkan. Si kaya makin kuat keimanan dan kemuliaan akhlaknya karena kedermawanan berbagi untuk sesama dan si papa pun makin kuat untuk menjaga izzah (kemuliaan diri) dan terinspirasi untuk berbuat hal yang serupa. Sehingga pengemis tidak lagi menjadi profesi turunan atau sesuatu yang layak di banggakan.

Baca Juga :  Seberapa Zakat Telah Mengentaskan Kemiskinan di Indonesia

Tips Mensinergikan Antara Kaya dan Papa

Berikut ada tips sederhana yang semoga dapat menguatkan sinergi antara si kaya dan si papa.

  1. Berikan kail untuk masyarakat papa. Bantulah mereka untuk mandiri dengan cara tidak langsung memberi ikan, namun berikan kail dan ajarkan mereka untuk menangkap jatah ikan mereka sendiri.
    Dari Miqdad bin Ma’di Karib ra. Berkata, Nabi Muhammad saw bersabda, ”Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari pada ia memakan makanan hasil kerja tangannya sendiri. Sesungguhnya nabi Allah, Daud as. makan-makanan dari hasil kerjanya sendiri”. (HR. Bukhari)
    Hadist di atas sangat menganjurkan agar seseorang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Kemuliaan bekerja juga banyak dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul. Bahkan Allah berjanji akan mengampuni dosa orang yang  merasa kelelahan di malam hari karena mencari rezeki di waktu siang.
  1. Silaturahim orang kaya kepada masyarakat papa menunjukkan kerendah hatian dirinya. Selain itu mereka juga dapat melihat langsung kondisi ekonomi sekaligus menganalisa bantuan apa yang sekiranya paling mereka butuhkan.
    Dalam salah satu hadistnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Barang siapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya. Dan barang siapa mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya”. (HR. Ath-Thabrani)
  2. Lepaskan belenggu. Ada kalanya kita mau saling tolong menolong karena adanya berbagai kepentingan. Orang kaya ingin berdekatan dengan orang miskin untuk mendapatkan penghormatan dari berbagai media, terpilih sebagai anggota parlemen dan sebagainya. Inilah belenggu yang membuat orang terpenjara dan tidak dapat berbuat leluasa
    Dalam surat al-Baqarah ayat 264 Allah Swt berfirrman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya Karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, Kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (Tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.
  3. Gantungkan segala harap kepada Allah. Yakini bahwa harta itu hanyalah titipan Allah yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh pemiliknya. Dan kesuksesan kita yang sebenarnya bukanlah karena banyaknya harta tetapi juga banyaknya saudara yang telah kita bantu bahkan bisa melebihi kesuksesan kita. Dan yang paling penting adalah semakin meningkatnya saldo pahala kita di sisi Allah.
    Dalam salah satu hadist qudsi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, ”Dekatkanlah dirimu kepada-Ku (Allah) dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan kamu”. (HR. Muslim)

Membantu yang tak sekedar membantu. Tapi membantu dengan tujuan agar orang yang kita bantu juga akan tumbuh keinginan untuk membantu sesamanya. Itulah yang perlu disadari oleh setiap orang yang berharta dan masyarakat papa.

Baca Juga :  Bagaimana Zakat Dikelola Seperti Pajak Untuk Pembangunan?

Sehingga kejayaan islam sebagaimana zaman khalifah pun akan tercipta. Dimana orang berbondong-bondong menginfaqkan hartanya sehingga para amil pun justru kebingunan kemana hendak mentasarufkan harta tersebut.

Semoga kejayaan itu akan menjadi milik umat islam kembali lantaran si kaya dan si papa saling bersinergi menciptakan perubahan dan kekuatan bersama. Wallahu a’lam bishawab.

 Kontributor: Santy Nur Fajarviana*
Editor: Oki Aryono

*Pengajar di MIT Bakti Ibu Madiun         

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.