Taaruf Berkah dan Lancar, Ingat 4 Hal Ini!
Ilustrasi pasangan yang digambarkan oleh sepasang merpati.

Suaramuslim.net – Taaruf? Ehm, dag dig dug dong? Salah tingkah dong? Momen taaruf memang mendebarkan, karena dari proses itu akan tampak, akankah menikah menjadi lanjutannya atau tidak. Wajar sih, merasa khawatir, karena segala kemungkinan bisa terjadi. Setan pun banyak menggoda kala proses penuh momentum ini.

Nah, bagaimana agar ta’aruf berlangsung dengan berkah dan lancar?

Berprasangka Baik

Kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah mengirimkan calon pasangan hidup yang tidak salah. Apalagi jika sebelumnya sudah ada kemantapan hati untuk saling bertemu dan siap menikah. Sudah dilengkapi shalat istikharah pula.

Kepada orang yang diajak taaruf. Keyakinan bahwa laki-laki baik untuk perempuan yang baik perlu dihunjamkan dalam dada. Sehingga kala taaruf tidak mengorek sisi buruknya. Karena sesungguhnya manusia selalu ada kelemahan dan kekurangan. Asalkan itu bukan perkara iman dan tauhid, apa salahnya lanjut ke jenjang berikutnya?

Jujurlah!

Nah, ini juga poin penting. Kala taaruf jujur saja terkait apapun. Kesehatan, pekerjaan, keuangan, kondisi keluarga besar, karakter diri, dsb. Lagi-lagi, jika tak ada masalah dalam keimanan kepada Allah, semestinya tak ada pula keraguan untuk melangkah ke proses selanjutnya, bukan?

Baca Juga :  Nyunah dengan Menikah

Uang bisa dicari, bahkan sering kali Allah memberi lebih dari arah yang tak terduga kala iman dan takwa masih ada dalam diri. Menikah itu asyik, karena sebagai ibadah sekaligus sarana lebih mendewasakan diri.

Jelas Komitmen

Nah, kala taaruf, ungkapkan komitmen kala sudah menikah. Apa sih yang menjadi cita-cita kala menjalani rumah tangga. Tentunya seorang muslim, orientasinya harus orientasi surga. Tanyakan juga ke pihak yang diajak taaruf tentang hal ini. Kalau sama-sama ingin ke surga, mendekat kepada Allah melalui berumah tangga, tak ada alasan dong untuk menolak?

Komitmen di awal menunjukkan seberapa pantas seseorang menjadi pasangan hidup. Namun, kembali ke poin pertama tentang berprasangka baik, akankah iya seseorang mau taaruf dan menikah tapi belum punya komitmen ini? Lucu, kan? Taaruf bukan untuk coba-coba, ya. Ini adalah proses sakral yang harus dijaga pula niat melakukannya.

Tak Berduaan

Ya iya, kalau taaruf berduaan saja, yang ketiga itu pasti setan. Malah kacau dan membingungkan jadinya. Maka, ajaklah siapa saja yang bisa dipercaya agamanya untuk mendampingi kala taaruf. Yakin deh, taaruf akan lebih berkah dan hasilnya bisa menenangkan hati.

Baca Juga :  Asyiknya Taaruf Sejati dalam Bingkai Islami (Part I)

Pendamping ketika taaruf bisa juga lho memberi masukan. Dan sering kali masukan beliau ini makin membuat melek bahwa menikah itu ibadah yang luar biasa, sehingga yang taaruf makin mantap melanjutkan prosesnya.

Taaruf berkah itu mudah. Asal siap dan yakin, maka ada kelancaran di sana. Jantung berdebar itu wajar, namun itu akan hilang kok. Yang penting, taaruf itu tak perlu lama-lama, agar was-was tak muncul dalam dada. Dengan 4 hal tertulis di atas, taaruf akan mencapai hasil terbaiknya. Insyaallah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here