Tol Trans Sumatera dan Penyeberangan Siap Layani Pemudik

Tol Trans Sumatera dan Penyeberangan Siap Layani Pemudik

Penguasa Tidak Memiliki Kompas Moral
Jalan tol di Indonesia (Foto: bpjt.pu.go.id)

BANDAR LAMPUNG (Suaramuslim.net) – Pemerintah mengatakan perencanaan dan persiapan menjelang pelaksanaan arus mudik – arus balik Lebaran 2019 benar-benar dilakukan secara matang, detail, dan penuh perhitungan.

“Perintah Presiden Jokowi sangat jelas. Dari tahun ke tahun, pelayanan mudik untuk masyarakat harus ada peningkatan. Untuk itulah kami memonitor dan memantau persiapannya supaya dapat berjalan sebaik-baiknya. Termasuk di dalamnya kami mewaspadai potensi macet di Trans Sumatra. Perlu antisipasi,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko seperti rilis yang diterima Suaramuslim.net.

Tak hanya menyusuri Jalan Tol Trans Jawa, Kantor Staf Presiden juga mengecek kesiapan pelayanan bagi pemudik yang akan menggunakan Jalan Tol Trans Sumatera termasuk penyeberangan Merak–Bakauheni. Rute ini menjadi perhatian utama, teristimewa karena pada Lebaran 2019 inilah kali pertama Jalan Tol Trans Sumatera terhubung dari Lampung hingga Sumatera Selatan, melalui ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang.

Dengan terwujudnya Jalan Tol Trans Sumatera, jarak dari Lampung menuju Palembang yang dulu ditempuh antara 10 hingga 12 jam melalui Jalan Raya Lintas Timur Sumatera kini terpangkas menjadi 5 sampai 6 jam saja melalui jalur tol.

Sepanjang Senin dan Selasa, 13–14 Mei 2019, Tim Kantor Staf Presiden bersama Hutama Karya dan Waskita Karya menyusuri Jalan Tol Trans Sumatera dari Gerbang Tol Natar yang berada tak jauh dari Bandara Radin Inten II menuju Pelabuhan Bakauheni, balik lagi ke Bandar Lampung hingga ke Palembang.

Di jalur inilah terdapat ruas Bakauheni-Terbanggi Besar membentang sepanjang 140,7 kilometer dari Lampung Selatan hingga Lampung Tengah sebagai ruas tol terpanjang yang ada di Indonesia. Sebelumnya, ‘rekor’ ruas tol terpanjang yang pernah diresmikan Presiden Jokowi yakni Tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116 kilometer.

Di setiap titik yang dipersiapkan sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau Rest Area, Tim KSP memastikan kesiapan penyediaan toilet, air bersih dan juga stasiun pengisian bahan bakar umum.

“Terbangunnya Jalan Tol Trans Sumatera mengubah pola transportasi para pemudik. Lonjakan pemudik melalui jalur darat akan terjadi, baik karena ingin mencoba jalan tol baru dan juga karena masih tingginya biaya mudik menggunakan angkutan udara,” kata Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo.

Darmawan Prasodjo menegaskan, dengan pola transportasi baru ini, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) pun memegang peran amat penting.

“ASDP menjadi tulang punggung utama bertemunya dua kekuatan ekonomi Indonesia, Jawa dan Sumatera. Apalagi tahun ini diperkirakan pemudik melalui Merak-Bakauheni meningkat hingga 15 persen,” kata Darmawan.

Darmawan pun mengapresiasi langkah PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera yang memberdayakan warga lokal sepanjang ruas tol untuk menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa jalan tol memiliki dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah inspiratif ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan UMKM lokal menjadi bagian menyatu dari pembangunan tol itu sendiri,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dialami Darmawan Prasodjo saat meninjau Dermaga VII Eksekutif di Pelabuhan Bakauheni.

“Ini keren. Lebih menyerupai sebuah mal atau pusat perbelanjaan daripada terminal atau lokasi penyeberangan. Apalagi di sini juga bakal dibangun hotel megah. Sungguh tak kalah bila dibandingkan prasarana serupa di luar negeri,” kata Darmawan.

Pada kesempatan ini, Direktur Teknik dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) La Mane menjelaskan bahwa pada pelayanan angkutan lebaran 2019 ini, 29 cabang ASDP menyiapkan 229 lintasan, 35 pelabuhan dan 150 kapal.

“Khusus untuk penyeberangan Merak-Bakauheni disiapkan 64 kapal, dengan rincian 8 kapal ASDP dan 56 kapal swasta. Hadirnya dua dermaga eksekutif mengubah wajah penyeberangan kita. Ada mal dan juga garbarata menjadikan dermaga Indonesia tak kalah dengan Singapura,” ungkapnya.

Reporter: Ali Hasibuan

Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment