Warga Palestina memegang foto tahanan Palestina di penjara Israel saat marayakan 'Hari Tahanan' di Tepi Barat, Nablus, Selasa (17/4). foto: Dok. Istimewa

TEL AVIV (Suaramuslim.net) – Sekitar 150 warga Palestina yang ditahan Israel kembali menggelar aksi mogok makan dan minum untuk memprotes kondisi di dalam tahanan. Aksi ini dimulai pada Senin siang (8/4/19) waktu setempat.

“Sekitar 150 warga Palestina di penjara Israel, siang ini, memulai aksi mogok makan dan minum secara terbuka di penjara Raymond dan Negev,” kata pernyataan Badan Urusan Tawanan dan Pembebasan (BUTP) milik Organisasi Pembebasan Palestina pada Senin.

BUTP mengatakan para tahanan menamakan aksi ini dengan “Pertempuran Al-Karamah 2”. Aksi ini dinamakan pertempuran untuk menarik para tahanan di penjara-penjara Israel lainnya bergabung.

Menurut BUTP, aksi mogok makan ini dimulai beberapa saat setelah kegagalan sesi dialog antara administrasi penjara pendudukan Israel dan perwakilan faksi dan organisasi yang mewakili para tahanan di penjara Israel. Negosiasi itu berjalan selama dua hari terakhir di penjara Raymond.

“Dialog dengan administrasi penjara pendudukan dan para pemimpin organisasi tahanan mencapai jalan buntu. Hal itu karena ketidaktegasan administrasi dan di belakang tingkat politik Israel dalam memenuhi tuntutan kehidupan manusiawi yang dijamin oleh undang-undang internasional di dalam penjara,” kata pernyataan BUTP.

Baca Juga :  Perempuan Gaza Gelar Pawai Solidaritas untuk Perempuan yang Dipenjara Israel

Tidak ada rilis dari Layanan Penjara Israel (IPS) terkait dimulainya aksi mogok makan ini.

BUTP mengatakan bahwa para tahanan menuntut dihilangkannya alat-alat pengacau, kembali membolehkan keluarga tahanan asal Jalur Gaza berkunjung, mengakhiri isolasi para tahanan yang dihukum setelah kejadian-kejadian baru-baru ini di penjara gurun Negev dan menghentikan serangan dan penyalahgunaan serta kelalaian medis terhadap mereka.

Menurut statistik Palestina, Zionis Israel menahan sekitar 6.000 tahanan di penjara, termasuk 24 tahanan, 250 anak-anak.


Sumber: Reuters
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.