Ilustrasi ibu dan anak. Ils: Chamdika Alifa

Suaramuslim.net – Setiap anak memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Ada kebutuhan fisik dan juga kebutuhan psikis. Untuk kebutuhan fisik, pada umumnya orang tua sudah tahu apa saja kebutuhan anak yang perlu dipenuhi. Namun yang terpenting, yaitu memenuhi kebutuhan psikis buah hati, dengan mengisi tangki cinta anak dengan bahasa cinta.

Gary Chapman, seorang konselor pernikahan dan penulis teori best-seller The 5 Love Language (5 Bahasa Cinta), mengungkapkan bahwa manusia pada dasarnya mengekspresikan cinta dan merasakannya, lewat lima cara. Yaitu, melalui sentuhan fisik, hadiah, kata-kata afirmatif, perlakuan melayani dan kebersamaan. Tetapi, tiap manusia punya satu hal yang menonjol dari kelima cara tersebut. 

Melansir dari Popmama, teori Chapman pun akhirnya berkembang dan menyoroti pada sosial dan emosional anak.

Lewat The 5 Love Languages of Children, Chapman mengungkapkan lima cara berkomunikasi yang perlu diketahui anak agar ia merasa benar-benar dicintai. 

1. Sentuhan fisik

Dilansir dari parents.com, anak yang masuk tipe ini akan sangat bahagia dan merasa dicintai ketika ia mendapatkan sentuhan fisik dari orang tuanya. Sentuhan fisik bisa berupa pelukan dan ciuman, atau pun sentuhan-sentuhan kecil berupa belaian lembut, tepukan di bahu atau elusan di rambut yang merupakan wujud kedekatan dengan anak.

Secara emosional, anak dengan bahasa cinta berupa sentuhan fisik, lebih menerima ekspresi tersebut sebagai rasa sayang dibandingkan dengan pujian-pujian yang dilontarkan orang tua.

2. Dihujani hadiah

Anak dengan tipe bahasa cinta ini merasa dirinya spesial dan berharga saat menerima hadiah atau kado dari orang tua. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan bahasa cinta yang lain, jenis bahasa cinta yang ini lebih mudah untuk diungkapkan sebagai simbol cinta kepada anak.

Namun, penting untuk diingat dalam menunjukkan bahasa cinta ini, bunda sebaiknya tidak berlebihan dan tetap memberikan anak hadiah yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya. 

Hindari membiasakan anak merasa berharga karena hadiah-hadiah yang besar dan mahal. Sesungguhnya, anak dengan tipe bahasa cinta berupa hadiah ini tetap senang kok dengan kejutan-kejutan benda yang ‘kecil’, misalnya stiker, origami buatan orang tua, dan sebagainya.

Pada dasarnya ukuran pemberian hadiah sebagai lambang cinta ini bukan dilihat dari bagaimana bentuk hadiah tersebut melainkan seberapa istimewa hadiah tersebut bagi anak. 

3. Mendapat kata-kata dan pujian

Apakah anak bunda terlihat sangat bahagia saat dirinya mendapat pujian? Atau ia tipikal anak yang ekspresif mengungkapkan cinta pada orang sekitarnya. Seperti, “Bunda, aku sayang bunda, bunda favoritku!”

Jika ya, bisa jadi ia masuk dalam golongan bahasa cinta tipe ini. Anak-anak ini akan merasa bersemangat, bahagia, bangga, dan merasa sangat dicintai saat mendapatkan pujian dan kata-kata manis yang penuh perhatian dari orang tuanya. Karenanya, jangan pernah menganggap remeh setiap kata yang bunda ucapkan pada si anak ya?

4. Dilayani dengan penuh kesabaran

Di antara semua bahasa cinta yang ada, tipe yang ini memang seringkali paling sulit untuk diartikan. Perlakuan berupa pelayanan ini tak bisa dikatakan, tetapi lebih merujuk pada gestur.

Karena berorientasi pada pelayanan, tak jarang orang tua menganggap bahwa anak terlalu manja dan menuntut dilayani. Namun perlu diketahui hal ini sesekali memang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan anak agar ia merasa diperhatikan dan dicintai. 

Meski terdengar aneh, faktanya banyak anak yang merasa dicintai saat ia mendapatkan bantuan atau dilayani oleh orang tuanya. Misalnya: mengikat sepatu, memperbaiki mainan rusak, membeli makanan kesukaan atau bahkan membantunya mengerjakan tugas.

Yang terpenting, orang tua tetap harus selektif dalam membantu anak agar dia tetap mandiri tanpa harus mengandalkan bantuan orang tua.

5. Mendapat waktu dan kebersamaan

Anak-anak di tipe yang terakhir ini akan merasa paling dihargai ketika orang tua meluangkan waktu khusus untuk bersamanya. Kebersamaan ini kadangkala tak membutuhkan waktu yang panjang. Namun, waktu berkualitas yang dimilikinya bersama orang tua tanpa adanya gangguan pekerjaan atau hal lainnya, sangatlah berharga baginya.

Anak dengan tipe bahasa cinta kebersamaan bisa jadi akan berulang kali meminta hal yang sama untuk dilakukannya bersama orang tua sebagai suatu ungkapan bahwa ia dicintai. Misalnya, saling bercakap-cakap dan bercerita sebelum tidur.

Dari waktu-waktu kebersamaan yang sederhana seperti ini, orang tua dan anak dapat saling menunjukkan perhatian, kasih sayang, melalui kegiatan yang dilakukannya bersama-sama.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.