Foto Angkie Yudistia penyandang disabilitas yang menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Sumber: instagram/angkie.yudistia

Suaramuslim.net – Presiden Joko Widodo menunjuk seorang tuna rungu bernama Angkie Yudistia sebagai salah satu staf khusus kepresidenan. Perempuan yang lahir 5 Mei 1987 ini adalah pendiri Thisable Enterprise. Lulus dari SMAN 2 Bogor, Angkie kemudian melanjutkan kuliah jurusan Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations Jakarta pada 2008. Di tahun yang sama pula, Angkie di dapuk sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008 dan menulis buku berjudul Perempuan Tunarungu Menembus Batas. Angkie Yudistia juga pernah didapuk menjadi salah satu finalis Abang None Jakarta.

Tak hanya itu, Angkie juga bekerja sama dengan Gojek Indonesia untuk mempekerjakan orang-orang dengan disabilitas di Go-Auto dan G0-Glam. Nah, pada tahun 2019, ia diangkat menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Dibawah ini fakta menarik dari sosok inspiratif Angkie Yudistia yang dilansir dari suara.com. Yuk cek fakta-faktanya!

1. Tuna rungu sejak kecil

Sejak kecil, Angkie Yudistia sudah mengalami gangguan pendengaran tuna rungu karena terserang malaria. Tak terhitung hinaan dari teman-teman atau siapapun yang mengetahui kekurangannya itu. Perasaan minder juga sempat muncul di benaknya. Namun, dia memutuskan untuk melangkah maju.

Baca Juga :  Disabilitas Tak Halangi Pengabdian Untuk Cerdaskan Anak Bangsa

2. Motivator inspiratif

Menurut Angkie, siapapun berhak memiliki cita-cita tinggi, termasuk penyandang disabilitas. Ia juga mengimbau sesama disabilitas untuk tidak membandingkan dirinya dengan orang lain karena pada dasarnya setiap orang diciptakan berbeda. Hal tersebut pernah diungkapkan dalam acara Youth Town Hall Nasional yang dihelat Kementerian Kesehatan RI bersama Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Balai Sarbini Jakarta, Maret 2019.

3. Kemampuannya sempat diragukan di dunia kerja

Tak semua perusahaan mempercayai kemampuan disabilitas termasuk kemampuan Angkie. Namun, baginya itu adalah tantangan tersendiri. Dia lalu melepaskan pekerjaannya dan memulai bisnis baru untuk menciptakan lapangan kerja bagi para disabilitas seperti dirinya.

“saya sempat bekerja tapi saya merasa banyak komunitas disabilitas yang susah dapat pekerjaan. Hingga akhirnya saya merasa harus membuat perubahan.” Kata Angkie.

4. Gigih menempuh pendidikan

Terkait pendidikan, Angkie Yudistia membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama yakin dan mau berusaha. Meski tuna rungu, itu tidak menyurutkan keinginannya mengambil jurusan komunikasi saat kuliah.

Baca Juga :  Hak-Hak Anak Down Syndrom

5. Bangga menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi

Angkie Yudistia merupakan satu-satunya penyandang disabilitas yang jadi staf khusus. “Turut bangga saya berdiri di sini mewakili Disable Enterprise yang saya bangun 8 tahun. Sudah waktunya disabilitas bukan kelompok minoritas,” tuturnya.

“Mudah-mudahan saya bisa bekerja lebih baik, ya, Pak. Dibantu teman-teman yang hebat di sini, wartawan, dan masyarakat, menjadikan Indonesia lebih ramah disabilitas,” imbuh dia.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.