Prof. Ali Mustafa Yaqub: Sosok Imam yang Dirindukan

18
imam besar masjid istiqlal

Suaramuslim.net – Masjid Istiqlal Jakarta pernah punya imam besar yang luar biasa., Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub, MA. Seperti apa kisah hidup beliau? Berikut biografinya.

Kiai Ali, panggilan akrabnya, mengenyam pendidikan di Pesantren Seblak, Jombang, sampai tingkat Tsanawiyah (sekolah menengah pertama), kemudian melanjutkan di pesantren Tebuireng, Jombang. Kemudian melanjutkan S1 di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa’ud, atas beasiswa pemerintah Arab Saudi. Ia kemudian melanjutkan ke program master di jurusan Tafsir Hadits Universitas King Sa’ud. Dan terakhir mendapatkan gelar doktoralnya di Nizamia Hyderabad India.

Sejak menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal pada tahun 2005, beliau semakin semangat untuk mengembangkan keilmuan hadist di Indonesia. Beliau sangat aktif menulis. Bahkan bisa dikatakan bahwa beliau  adalah ulama yang sangat produktif dalam berkarya.

Buah Karya Kiai Ali

Beberapa karyanya di antaranya adalah Imam Bukhari dan Metodologi Kritik Dalam Ilmu Hadist (1991), Kritik Hadist (1995); Peran Ilmu Hadist Dalam Pembinaan Hukum Islam (1999), MM A’zamî Pembela Eksistensi Hadis (2002), Hadist-hadist Bermasalah (2003), Hadist-hadist Palsu Seputar Ramadhan (2003), dan puluhan buku lainnya.

Salah satu hal yang khas dari Kiai Ali adalah dakwah yang dilakukan dengan damai dan moderat. Beliau sangat tidak suka dengan kelompok yang melakukan dakwah dengan cara-cara anarkis. Bagi beliau amar makruf nahi munkar tidak bisa dilakukan dengan mendatangkan kemunkaran baru.

Banyak hal yang sering beliau ajarkan kepada para santrinya. Salah satunya adalah kebersihan. Bahkan saat menemukan sampah di halaman pesantren, beliau tidak malu untuk mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.

Bagi beliau kebersihan adalah ciri khas seorang mukmin. Dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa kita jadikan teladan dari beliau.

Tepat pada tanggal 28 April 2016 lalu, kiai Ali seorang Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga pengasuh Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences ini dipanggil menghadap yang Kuasa. Kepergian beliau menghadap Allah Subhanahu wa ta’ala adalah sebuah kehilangan besar bukan saja bagi umat Islam, tapi bagi masyarakat Indonesia.

Kontributor: Khoirun Nisa
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here