Sudahkah Anda Menjadi Muslim Kaffah?

419
Sudahkah Anda Menjadi Muslim Kaffah

Suaramuslim.net – Jika ada kejahatan atau masalah yang kebetulan pelakunya muslim, yakinlah bukan karena mereka beragama Islam. Namun karena pemahaman keislaman mereka belum kaffah atau menyeluruh.

Judul “Islam Kaffah” mengingatkan kita pada ayat Al Quran Surat Al Baqarah ayat 208. Dalam ayat tersebut Allah subhanahu wa ta’ala meminta kita agar bisa menjalankan segala aturan Islam secara kaffah atau menyeluruh.

-Advertisement-

Dikutip dari geotime.co.id Islam Kaffah diartikan Islam yang syamil (meliputi segala sesuatu) dan kamil (sempurna). Sebagai agama yang syamil, Islam menjelaskan semua hal dan mengatur segala perkara: akidah, ibadah, akhlak, makanan, pakaian, muamalah, uqubat (sanksi hukum), dll. Tak ada satu perkara pun yang luput dari pengaturan Islam.

Surat Al-Baqarah ayat 208 itu berbunyi yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan (kafah), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian.”

Jadi jelas bahwa kaffah diartikan “secara keseluruhan” . Maka sudah sepatutnya umat Muslim mempraktikkan segala aturan yang diatur oleh Islam dari berbagai aspek, baik tentang ibadah, aqidah, maupun muamalah. Islam adalah agama yang lengkap yang menyediakan semua aturan dari semua aspek kehidupan.

Baca Juga :  Radikal Belum Tentu Teroris

Namun, paham sekuler yang memisahkan agaman dari kehidupan sosial manusia Nampak semakin akrab dengan kehidupan kita. Semakin banyak pula pengikutnya dari hari ke hari.

Sekulerisme akan melarang seseorang mencampurkan urusan pribadi dengan urusan agama. Sekulerisme juga akan membuat orang merasa bahwa politik adalah hal kotor yang tidak boleh dicampur dengan agama yang suci. Dalam kehidupan sosialpun demikian, agama tidak berhak turut campur. Sekulerisme akan menempatkan agama hanya di tempat dan waktu-waktu beribadah saja.

Kita bisa membayangkan bagaimana jika semua aspek kehidupan itu dilepaskan dari nilai-nilai agama. Yang terjadi adalah saling memakan satu dengan lain. Yang kuat akan mendominasi yang lemah. Yang kaya akan terus menindas yang miskin. Manusia akan mempertuhankan materi. Tuhan hanya berhak mengatur di tempat ibadah saja.

Jadi Muslim Kaffah, Makin Menantang

Bagi umat Islam, menjalankan syariat agama tentu saja merupakan sebuah kewajiban. Meski demikian, tidak mudah bagi umat Islam untuk menjalankan syariatnya. Orang-orang yang tidak suka, sampai kapan dan dimana pun akan tetap membuat fitnah-fitnah keji kepada agama yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Orang-orang ini adalah orang yang merasa terancam aspek materinya dengan aturan-aturan Islam.

Baca Juga :  Di Balik Kemenangan Prancis

Fitnah dan serangan kepada Islam bisa beragam bentuknya. Mulai dengan memberikan citra buruk pada Islam, menempelkan label menyeramkan kepada pengikut taatnya, seperti ektrimis, garis keras, intoleran, dan semacamnya. Sementara pemberi labelnya melabeli diri mereka dengan label yang sangat baik, seperti pejuang Hak Asasi Manusia, pembela hak minoritas, pemersatu bangsa, pejuang keadilan, dan seterusnya.

Sedikit banyak, serangan-serangan perang pemikiran, ghazwul fikr ini membuat sebagian orang Islam yang kurang memahami agamanya akan berangapan sama. Sesi berikutnya, mereka  akan turut “menyerang” dan memberi stigma negatif untuk ulama atau orang-orang yang berjuang memperjuangkan izzah Islam. Klop sudah, serangan dilancarkan dari luar dan dalam.

Berbagai fenomena yang terjadi itu menjadi tatangan tersendiri bagi orang beriman. Hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menganalogikan beratnya membawa iman seperti membawa api. “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Baca Juga :  Apakah Anda Termasuk Golongan Orang Kafir?

Menjadi muslim yang kaffah, sebenarnya merupakan kebutuhan setiap insan. Sebagaimana pabrik yang sudah membuatkan manual guide sebagai panduan merawatnya, manusia pun demikian. Allah subhanahu wa ta’ala, Sang Pencipta manusia dan alam semesta pun memberikan “manual guide” untuk manusia berupa Al Quran dan Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika manual guide diabaikan, kerusakan demi kerusakan akan mengancam. Sudah siap jadi muslim yang kaffah?

Kontributor: Yetty
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.