Hingga Senin Sore, Korban Banjir Sentani Bertambah, 79 Jiwa Meninggal
Kepala Bidang Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Bersatu untuk Sulteng", yang berlangsung di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (2/10) (Foto: FMB9)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan ada peningkatan bencana alam di Indonesia setiap tahunnya. Selama tahun 2018, berbagai bencana alam seperti gempa, tsunami erupsi gunung merapi, banjir dan sejumlah bencana lainnya marak terjadi di Indonesia.

“Berbagai bencana selalu menyertai setiap tahunnya. Bencana juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Tingginya bahaya bencana, seperti gempa, tsunami, erupsi gunung api, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, puting beliung, dan cuaca ekstrem, juga masih tingginya kerentanan dan masih rendahnya kapasitas menyebabkan tingginya risiko bencana.” Ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/10).

Menurut BNPB, sampai dengan Kamis (25/10) 2018 tercatat 1.999 kejadian bencana di Indonesia. Diperkirakan, jumlah ini akan terus bertambah hingga akhir 2018 mendatang.

“Dampak yang ditimbulkan bencana sangat besar. Tercatat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana, 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, 20.608 rumah rusak ringan, dan ribuan fasilitas umum rusak”, papar Sutopo.

Baca Juga :  Ratusan Rumah dan Masjid Rusak Akibat Gempa Banten

Selain itu, lanjut Sutopo, kerugian ekonomi yang ditimbulkan bencana juga cukup besar. Seperti misalnya gempa bumi di Lombok dan Sumbawa menimbulkan kerusakan dan kerugian Rp 17,13 triliun. Begitu juga gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan kerugian dan kerusakan lebih dari Rp 13,82 triliun. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah.

Selama tahun 2018, terdapat beberapa bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian cukup besar yaitu banjir bandang di Lampung Tengah pada (26/2) yang menyebabkan 7 orang meninggal dunia. Bencana longsor di Brebes, Jawa Tengah pada (22/2) yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan 7 orang hilang. Banjir bandang di Mandailing Natal pada (12/2) menyebabkan 17 orang meninggal dunia dan 2 orang hilang

Selain itu, akhir-akhir ini gempa bumi kerap mengguncang Indonesia seperti gempa bumi beruntun di Lombok dan Sumbawa pada 29 Juli, 5 dan 9 Agustus yang menyebabkan 564 orang meninggal dunia dan 445.343 orang mengungsi. Bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah pada (28/9) menyebabkan 2.081 orang meninggal dunia, 1.309 orang hilang dan 206.219 orang mengungsi.

Baca Juga :  Terjadi 593 Gempa Susulan, BNPB Imbau Masyarakat Tidak Sebar Hoax

“Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia dan hilang akibat bencana pada tahun 2018 ini paling besar sejak 2007. Jumlah kejadian bencana, kemungkinan hampir sama dengan jumlah bencana tahun 2016 dan 2017 yaitu 2.306 kejadian bencana dan 2.391 kejadian bencana. Namun dampak yang ditimbulkan akibat bencana pada 2018 sangat besar”, lanjut Sutopo.

Selama tahun 2007 hingga 2018, kejadian bencana besar yang menimbulkan korban banyak adalah pada tahun 2009, 2010 dan 2018.

Selama tahun 2018, menurut Sutopo, bencana hidrometeorologi tetap dominan. Jumlah kejadian puting beliung 605 kejadian, banjir 506, kebakaran hutan dan lahan 353, longsor 319, erupsi gunung api 55, gelombang pasang dan abrasi 33, gempa bumi yang merusak 17, dan tsunami 1 kali.

“Statistik bencana tersebut makin menunjukkan bahwa negara kita rawan bencana. Secara umum tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana-bencana besar belum siap”, ungkapnya.

Terakhir Sutopo mengatakan bahwa saat ini, wilayah Indonesia akan memasuki musim penghujan. Diperkirakan banjir, longsor dan puting beliung akan banyak terjadi selama musim penghujan. Gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti. Rata-rata dalam setahun terjadi 5.000 – 6.000 kali gempa.

Baca Juga :  BNPB: Hingga H+11 Tsunami Sulteng, Korban Meninggal 2.010 Orang

“Gempa bumi dapat terjadi kapan saja terutama di daerah-daerah rawan gempa, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Kenali bahayanya dan kurangi risikonya”, tandas Sutopo.

Bencana dalam Setahun 2018

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.