Berdebat dengan Cara yang Ihsan

Suaramuslim.net – Kebanyakan dari kita, bahkan sekalipun paham agama, ketika terjebak dalam perdebatan, sering kali hilang kendali. Padahal sebagai muslim, meski terjadi perselisihan dan silang pendapat yang sengit sekalipun, ihsan tetap kita pertahankan. Mari kita lihat lagi bagaimana Allah swt. mengajarkan kita untuk ihsan meski dalam perdebatan.

Apakah rasional, dalam perselisihan yang sengit sekalipun kita harus bersikap ihsan? Allah berfirman dalam Al Quran Suraoh An Nahl ayat 125 yang artinya,

“Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”

Pernahkah anda memperhatikan ayat ini? Jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk tetap menjaga Ihsan meski dalam perdebatan. Sebelumnya Anda mungkin berfikir sulit. Tapi dengan adanya ayat ini, pasti pikiran Anda berubah. Lalu bagaimana cara memulainya?

Contoh Teladan

Salah seorang mengemukakan pendapat akan tetapi Anda tidak berkenan dengan hal itu. Seketika itu Anda menyangkalnya, dengan berkata, “Pendapat apa ini tidak rasional sekali!” Andai saja Anda berihsan didalamnya pasti Anda akan mengatakan, “Saya tidak sependapat dengan usulan Anda” atau “Dapatkah Anda mendengar usulan saya?”

Baca Juga :  Pemberian Contekan Pertanyaan Debat Pilpres, Ini Penjelasan KPU

Mari kita belajar dari Rasulullah saw. Suatu saat Utbah bin Rabi’ah mendatangi Nabi saw. Ketika itu beliau masih tinggal di Mekkah saat kaum muslimin menerima berbagai siksaan yang berat. Utbah datang untuk membujuk beliau dengan menawarkan harta supaya beliau meninggalkan dakwahnya. Juga menawarkan istri, kedudukanm serta tabib pribadi jika beliau mengidap penyakit jiwa. Semua itu agar beliau meninggalkan dakwahnya.

Menghadapi hal ini, bagaimana Rasulullah mendebatnya? Beliau berkata, “Aku akan mendengar apa yang kau katakan, wahai Abu Al Walid.”

Ketika ia telah selesai bicara, Nabi pun angkat bicara, “Apakah engkau telah selesai berbicara, wahai Abu Al Walid?”

Siapa diantara kita yang ingin belajar berdialog di abad ini maka belajarlah kepada Nabi Muhammad saw. Sesungguhnya apa yang dikatakan oleh Utbah bin Rabi’ah adalah cercaan dan hinaan. Namun dengan akhlak yang luar biasa mulia, Rasulullah menghadapinya dengan tenang dan ihsan.

Kontributor: Aisy*
Editor: Oki Aryono

*Script writer dan audio editor

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.