Ini Cara Kenalkan Mimpi Basah pada Anak

Ini Cara Kenalkan Mimpi Basah pada Anak

Suaramuslim.net- Mimpi basah menandakan organ reproduksi yang dimiliki seorang laki-laki sudah mulai menghasilkan sperma. Sayangnya, tidak semua orangtua tahu bagaimana cara menjelaskan fase alami ini pada anak laki-laki mereka. Berikut tips menjelaskan kepada anak tentang proses itu.

Jika anak perempuan merasa takut dan cemas saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Sama halnya dengan anak laki-laki, ia juga akan merasakan hal yang sama ketika menemukan dirinya mengalami mimpi basah. Hal demikian akan menjadi lebih menakutkan bagi anak laki-laki jika orangtua tidak memperkenalkan atau memberi pengetahuan pada anaknya mengenai mimpi basah.

-Advertisement-

Semua anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, terutama ketika memasuki usia pubertas, yakni 12, 5-14 tahun. Mimpi basah biasanya terjadi lebih sering selama masa awal dan pertengahan remaja dengan frekuensi yang bervariasi dan berbeda pada setiap remaja.

Ada yang mengalami satu hingga dua kali dalam seminggu, ada pula yang hanya mengalaminya beberapa bulan sekali. Pada mimpi basah, anak mengalami mimpi yang menyenangkan yang berorientasi seksual, misal mimpi bertemu dengan bintang idola atau melihat orang yang disuka.

Peran Ayah Sangat Diperlukan

Untuk membuat anak siap dengan ini, sebaiknya orangtua mampu menjelaskan kepada anak laki-lakinya bahwa suatu saat dia akan mengalami mimpi basah, sehingga pada saat hal itu terjadi anak tidak bingung.

Dalam hal ini, peran Ayah sangat diperlukan untuk mengkomunikasikan pada anak tentang akan datangnya mimpi basah dan cara untuk menghadapinya. Harus ayah yang mengkomunikasikannya karena ibu tentu tidak memiliki pengalaman yang cukup mengenai mimpi basah ini.

Ayah juga disarankan mau mengajarkan pada anak laki-laki cara mandi atau membersihkan diri setelah mengalami mimpi basah. Menjelaskan perbedaan tubuh anak dengan orang dewasa juga dianjurkan. Demikian seperti dikutip okezone dari buku “Adik Bayi Datang dari Mana?” oleh dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG dan dr. Sonia Wibisono yang dikutip oleh okezone.com.

Ciptakan Komunikasi yang Baik dengan Anak

Untuk memulainya, ayah bisa menciptakan komunikasi yang baik  dan hangat dengan anak laki-lakinya. Karena pada awalnya, anak mungkin akan merasa malu jika membicarakan masalah ini. Maka, mulailah dengan membicarakan perubahan fisik yang terjadi padanya karena pubertas.

Misalnya, “Wah, anak ayah sudah mau remaja nih, suaranya sudah agak berat. Nah, ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi remaja atau memasuki masa akil baligh.”

Berikan sentuhan di bahu atau kepala pada anak agar bisa tercipta keterbukaan dan rasa nyaman bagi anak untuk berbicara. Setelah melewati masa akil baligh, anak laki-laki biasanya tidak mau disentuh.

Gunakan jangkar emosi atau panggilan khusus yang membentuk kedekatan ayah dan anak. Misalnya: Nak, anak ayah, jagoan ayah, little man, atau panggilan khusus apa saja yang ayah ciptakan untuknya.

Jelaskan pada anak bahwa suatu saat dalam tidurnya ia akan bermimpi bermesraan dengan perempuan baik yang dikenalnya atau yang tidak, kemudian dari kemaluannya akan keluar cairan mani. Ayah dan Bunda bisa membuat alat peraga air mani dari tepung kanji atau sagu yang dicampur dengan sedikit air hingga encer, agar anak mengerti bentuk air mani dan tidak perlu malu jika nanti mengalaminya.

Katakan juga pada anak bila hal ini terjadi, maka ia harus mandi besar saat bangun tidur agar bisa kembali menjalankan shalat. Ajarkan juga pada anak cara mandi junub lengkap dengan niatnya.

Setelah anak memahami tentang mimpi basah, kemudian jelaskan pada anak bahwa setelah mengalami mimpi basah, maka pahala dan dosa atas semua perbuatannya akan menjadi tanggungannya, dalam Islam ia disebut sudah mukallaf.

Jelaskan juga bahwa setiap kali anak mengalami mimpi basah, maka ia harus melakukan mandi junub agar bisa kembali menjalankan sholat dan membaca Al-Qur’an.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here